Geveducation: Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Kurikulum 2013 K13 - Berikut ini mengenai Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau KBM Tematik Kurikulum 2013


           Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan yang mengacu pada standar kompetensi kelulusan, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik muatan pelajaran, dan kondisi Satuan Pendidikan. KKM satuan pendidikan dicantumkan dalam Dokumen I KTSP dan bersifat dinamis, artinya memungkinkan mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan proses pembelajaran. KKM dituliskan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 disertai deskripsi capaian KD untuk setiap muatan pelajaran.
           KKM Satuan Pendidikan ditetapkan berdasarkan KKM muatan pelajaran setiap kelas yang telah ditentukan oleh pendidik melalui rapat dewan guru.
           Penentuan KKM muatan pelajaran harus mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik (intake), kompleksitas materi, pendidik dan daya dukung. Dengan demikian, penentuan KKM muatan pelajaran merupakan kewenangan pendidik yang disetujui di tingkat Satuan Pendidikan melalui rapat dewan guru. Oleh karena itu, memungkinkan KKM setiap muatan pelajaran pada setiap kelas berbeda.
           KKM yang berbeda akan mengakibatkan interval predikat dan penentuan predikat yang berbeda. Misalnya, muatan pelajaran dengan KKM 75 maka predikat C (Cukup) dimulai dari nilai 75, sedangkan KKM 60 maka predikat C (Cukup) dimulai dari nilai 60.

Berikut ini merupakan contoh prosedur penentuan KKM pada Satuan Pendidikan.

  1. Hitung jumlah Kompetensi Dasar (KD) setiap muatan pelajaran setiap kelas dalam satu tahun pelajaran
  2. Tentukan komponen-komponen yang termasuk aspek kompleksitas, intake, pendidik, dan daya dukung. 
  •  Komponen-komponen yang bisa dimasukkan aspek kompleksitas, antara lain jumlah KD dan karakterististik KD muatan pelajaran (misalnya, tingkat kesulitan KD).
  • Komponen-komponen yang bisa dimasukkan aspek intake, antara lain hasil observasi awal siswa, hasil belajar siswa dari tahun pelajaran sebelumnya, dan nilai hasil ujian sekolah dari tahun pelajaran sebelumnya. 
  •  Komponen-komponen yang bisa dimasukkan aspek pendidik dan daya dukung, antara lain kompetensi pendidik (nilai UKG), rasio pendidik dan murid dalam satu kelas, akreditasi sekolah dan sarana prasarana sekolah. 
  • Tentukan nilai untuk setiap aspek melalui rapat dewan guru dengan ketentuan sebagai berikut: 
a.    Kompleksitas: Semakin tinggi nilai aspek kompleksitas maka nilai KKM semakin rendah. Sebaliknya, semakin rendah nilai aspek kompleksitas maka nilai KKM semakin tinggi. 

b.    Intake 
Semakin tinggi nilai aspek intake maka nilai KKM semakin tinggi. Sebaliknya, semakin rendah nilai aspek intake maka nilai KKM semakin rendah.

c.    Pendidik dan Daya Dukung 
Semakin tinggi nilai aspek pendidik dan daya dukung maka nilai KKM semakin tinggi. Sebaliknya, semakin rendah aspek pendidik dan daya dukung maka nilai KKM semakin rendah.  

3.   Tentukan nilai setiap aspek dengan skala 0 – 100.
4.   Tentukan skor tiap aspek dengan rumus: 
5. Skor komponen = SKOR DIPEROLEH/100 X SCOR MAKSIMUM Tentukan KKM setiap KD dengan rumus:
KKM per KD =  JUMLAH TOTAL ASPEK/JUMLAH ASPEK
6. Tentukan KKM setiap muatan pelajaran dengan rumus:
KKM per KD = JUMLAH TOTTAL KKM PER KD / JUMLAH TOTAL KD


Contoh kriteria rentang nilai KKM menggunakan kategori
No
Aspek
Nilai
Rendah
(0-25)
Sedang
(26-50)
Tinggi
(51-75)
Sangat Tinggi
(76-100)
1
Kompleksitas




2
Intake




3
Pendidik dan Daya Dukung




Keterangan:
Contoh perhitungan nilai untuk aspek pendidik dan daya dukung:
Misalkan, komponen-komponen yang dimasukkan dalam aspek pendidik dan daya dukung (1) kompetensi pendidik (nilai UKG); (2) rasio pendidik dan murid dalam satu kelas; (3) akreditasi sekolah dan (4) sarana prasarana sekolah.
·      Nilai rendah (0 – 25) jika hanya satu dari komponen-komponen terpenuhi.
·      Nilai sedang (26 – 50) jika ada dua dari komponen-komponen terpenuhi.
·      Nilai tinggi (51 – 75) jika ada tiga dari komponen-komponen terpenuhi.
·      Nilai sangat tinggi (76 – 100) jika semua dari komponen-komponen terpenuhi.
Menentukan Rentang Predikat dan Deskripsi Nilai
Rentang predikat dapat ditentukan berdasarkan KKM. Contoh rumus untuk menentukan rentang predikat.
Rentang Predikat =  NILAI MAKSIMUM - KKM /3 CONTOH 100 - 70 / 3 =10
 Keterangan: angka 3 diperoleh dari jumlah predikat selain D (A, B, dan C)

KKM  akan membedakan predikat dan deskripsi nilai. Contoh predikat dari KKM yang berbeda.

Tabel …. Contoh Rentang Predikat Dari Beberapa KKM
KKM Satuan Pendidikan *)
Panjang
Interval
RENTANG PREDIKAT
A (Sangat Baik)
B (Baik)
C (Cukup)
D (Perlu Bimbingan)
80
20/3=7
94 A≤100
87 B<94
80 C<87
D<80
75
25/3=8
91 A≤100
83 B<91
75 C<83
D<75
70
30/3=10
90 A≤100
80 B<90
70 C<80
D<70
65
35/3=12
89 A≤100
77 B<89
65 C<77
D<65
60
40/3=13
86 A≤100
73 B<86
60 C<73
D<60
55
45/3=15
85 A≤100
70 B<85
55 C<70
D<55
*) KKM Satuan Pendidikan menggunakan angka KKM Muatan Pelajaran paling rendah/minimal.

a.    Misalkan KKM 70, sedangkan capaian nilai pengetahuan Arora 81,  maka  predikat dan deskripsi nilai Arora sebagai berikut.
No
Muatan Pelajaran
Pengetahuan
Keterampilan
Nilai
Predikat
Deskripsi
Nilai
Predikat
Deskripsi







3
Bahasa Indonesia
81
B












Untuk menuliskan deskripsi rapor, dimulai dari menganalisis capaian nilai KD tertinggi dan terendah. Berikut disajikan tabel nilai KD pengetahuan muatan pelajaran Bahasa Indonesia.

Tabel…….  Nilai dan predikat  KD Pengetahuan untuk muatan pelajaran Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar
Nilai KD
3.1
Menjelaskan kegiatan persiapan membaca permulaan (cara duduk wajar dan baik, jarak antara mata dan buku, cara memegang buku, cara membalik halaman buku, gerakan mata dari kiri ke kanan, memilih tempat dengan cahaya yang terang, dan etika membaca buku) dengan cara yang benar.
76
3.2
Mengemukakan kegiatan persiapan menulis permulaan (cara duduk, cara memegang pensil, cara menggerakkan pensil, cara meletakkan buku, jarak antara mata dan buku, pemilihan tempat dengan cahaya yang terang) yang benar secara lisan.
83
3.3
Menguraikan lambang bunyi  vokal dan konsonan  dalam kata bahasa Indonesia atau bahasa daerah
73
3.4
Menentukan kosakata tentang anggota tubuh dan pancaindra serta perawatannya melalui teks pendek (berupa gambar, tulisan, slogan sederhana,
dan/atau syair lagu) dan eksplorasi lingkungan
84
3.5
Mengenal kosakata tentang cara memelihara kesehatan melalui teks pendek (berupa gambar, tulisan, dan slogan sederhana) dan/atau eksplorasi lingkungan.
91
3.7
Menentukan kosakata yang berkaitan dengan peristiwa siang dan malam melalui teks pendek (gambar, tulisan, dan/atau syair lagu) dan/atau eksplorasi lingkungan
78
3.8
Merinci ungkapan penyampaian terima kasih, permintaan maaf, tolong, dan pemberian pujian, ajakan, pemberitahuan, perintah, dan petunjuk kepada orang lain dengan menggunakan bahasa yang santun secara lisan dan tulisan yang dapat dibantu dengan kosakata bahasa daerah
85
3.9
Merinci kosakata dan ungkapan perkenalan diri, keluarga, dan orang-orang di tempat tinggalnya secara lisan dan tulis yang dapat dibantu dengan kosakata bahasa daerah.
85
3.10
Menguraikan kosakata hubungan kekeluargaan melalui gambar/bagan silsilah keluarga dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah.
80
3.11
Mencermati puisi anak/syair lagu (berisi ungkapan
kekaguman, kebanggaan, hormat kepada orang
tua, kasih sayang, atau persahabatan) yang diperdengarkan dengan tujuan untuk kesenangan.
75
Keterangan: KD di atas hanya sebagai contoh, apabila terjadi perubahan,  KD disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.

Demikian yang terbaru terkait dengan Geveducation:  Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya