geveducation: Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI (Paket 5)



Rangkuman Materi IPA K13 SD - Selamat datang di Geveducation, apa kabar Bapak/Ibu guru kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 SD? pada kesempatan semester 2 genap tahun pelajaran 2018/2019 ini berikut admin share mengenai Rangkuman Materi Muatan IPA Tematik K-2013 Kurtilas Kurikulum 2013 SD yang mana rangkuman materi sains atau  Ilmu Pengetahuan Alam ini dapat juga adik-adik kelas 6 SD simak sebagai referensi belajar mempersiapkan diri menghadapi pelaksanaan Ujian Sekolah 2019 USBN 2019.


Sifat-Sifat Air
Air adalah benda cair yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Air sering ditemukan di kehidupan kita sehari-hari. Air penting bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan. Secara kimiawi air mengandung hidrogen dan oksigen. Air bersih yakni tidak memiliki warna, rasa, dan bau. Apabila air berwarna, berasa, atau berbau, kemungkinan air tersebut tercampur dengan zat lain.
Air memiliki sifat-sifat tertentu. Berikut sifat-sifat dari air:
1. Air menempati ruang

Air adalah benda cair yang tidak berwarna geveducation:  Sifat-Sifat Air
Air yang dituangkan ke dalam gelas, maka air itu akan menempati ruang dalam gelas, begitu juga apabila air yang dituangkan ke dalam botol maka air akan menempati ruang pada botol.
2. Air memiliki berat

Air adalah benda cair yang tidak berwarna geveducation:  Sifat-Sifat Air
Apabila ember yang kosong diisi air sampai penuh, maka apabila ember tersebut diangkat akan terasa berat.
3. Permukaan air yang tenang selalu datar

Air adalah benda cair yang tidak berwarna geveducation:  Sifat-Sifat Air
Air di dalam gelas, gentong, atau benda yang lain apabila diamati permukaan air itu akan selalu datar. Sifat ini dimanfaatkan oleh tukang bangunan sebagai dasar pengukuran pemasangan ubin atau tembok batu bata supaya tidak miring.
4. Air mengalir ke tempat yang lebih rendah

Air adalah benda cair yang tidak berwarna geveducation:  Sifat-Sifat Air
Air sungai mengalir dari pegunungan atau mata air di tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Air yang dituangkan pada permukaan papan akan bergerak ke bawah menuju tanah.
5. Air melarutkan beberapa zat

Air adalah benda cair yang tidak berwarna geveducation:  Sifat-Sifat Air
Gula yang dimasukkan ke dalam air lalu diaduk, maka butiran gula akan hilang. Hilangnya butiran gula tersebut karena larut dalam air. Kesimpulannya air dapat melarutkan butiran gula.
6. Air menekan ke segala arah

Air adalah benda cair yang tidak berwarna geveducation:  Sifat-Sifat Air
Apabila kantong plastik diisi air lalu kantong plastik tersebut ditusuk jarum di bagian mana pun, maka akan keluar air. Keluarnya air tersebut karena air memiliki sifat menekan ke segala arah.
7. Air meresap melalui celah kecil

Air adalah benda cair yang tidak berwarna geveducation:  Sifat-Sifat Air
Air hujan yang turun dari langit ke permukaan tanah akan menggenangi permukaan tanah tersebut, namun lama-kelamaan air tersebut akan meresap melalui celah-celah kecil tanah.
8. Air dapat berubah wujud

Air adalah benda cair yang tidak berwarna geveducation:  Sifat-Sifat Air
Air yang dibungkus kantong plastik, lalu dimasukan ke dalam kulkas atau pendingin, maka air tersebut lama-kelamaan akan berubah wujud dari cair ke padat.
9. Kapilaritas

Air adalah benda cair yang tidak berwarna geveducation:  Sifat-Sifat Air
Air dapat bergerak menuju ke atas melawan grafitasi melalui gaya kapilaritas zat cair terhadap pori-pori yang dilaluinya. Contoh pada sumbu minyak yang selalu terbakar karena minyak di dasar wadah terangkat ke ujung sumbu, karena kapilaritas zat cair.


Daur Air

 Air adalah senyawa penting yang mendukung adanya kehidupan di alam semesta geveducation:  Daur Air

Air adalah senyawa penting yang mendukung adanya kehidupan di alam semesta. Tanpa air, manusia, hewan, dan tumbuhan tidak bisa hidup. Adapun ketersediaan air di bumi ini dapat terus terjaga karena adanya kerja alam melalui daur air. Daur air atau disebut juga dengan istilah daur hidrologi berjalan secara sistematis melalui sejumlah proses interaksi antara komponen abiotik di dalam ekosistem.
Daur air adalah salah satu daur biogeokimia yang terjadi di bumi. Daur air adalah daru pergerakan air melalui tiga fase, yakni gas, cari, dan padat di dalam empat lapisan bumi (atmosfer, litosfer, hidrosfer, dan biosfer). Daur air memiliki banyak manfaat, yakni mengatur suhu lingkungan, mengatur perubahan cuaca, menciptakan hujan, dan menciptakan keseimbangan dalam biosfer bumi.
Pada daur air ini, air melalui tujuh (7) proses yang berjalan secara sistematis dan beraturan. Ketujuh proses tersebut dijabarkan sebagai berikut:

1. Evaporasi

 Air adalah senyawa penting yang mendukung adanya kehidupan di alam semesta geveducation:  Daur Air

Daur air dimulai dengan proses evaporasi. Evaporasi adalah proses penguapan air yang ada di permukaan bumi karena adanya energi panas dari matahari. Air dalam bentuk cair dari beragam sumber, seperti laut, danau, sungai, tanah, dan sebagainya, berubah menjadi uap air dan naik ke atas lapisan atmosfer. Semakin besar energi panas matahari yang sampai ke permukaan bumi, maka laju evaporasi juga akan semakin besar.

2. Transpirasi

 Air adalah senyawa penting yang mendukung adanya kehidupan di alam semesta geveducation:  Daur Air

Selain berasal dari sumber air langsung, penguapan pada daur air di permukaan bumi juga dapat terjadi pada jaringan tumbuhan. Penguapan semacam ini disebut juga dengan istilah transpirasi. Akar tanaman menyerap air dan mendorongnya ke daun untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Air hasil fotosintesis ini kemudian dikeluarkan oleh tanaman melalui stomata sebagai uap air.

3. Sublimasi

 Air adalah senyawa penting yang mendukung adanya kehidupan di alam semesta geveducation:  Daur Air

Sublimasi berkontribusi dalam pembentukan uap air di udara. Sublimasi adalah proses di mana es berubah menjadi uap air tanpa terlebih dahulu berada pada fase cair. Sumber utama air pada proses sublimasi adalah lapisan es dari kutub utara, kutub selatan, dan es di pegunungan. Pada daur air, sublimasi merupakan proses yang lebih lambat daripada penguapan.

4. Kondensasi

 Air adalah senyawa penting yang mendukung adanya kehidupan di alam semesta geveducation:  Daur Air

Ketika air menguap menjadi uap air, uap air akan naik ke lapisan atmosfer. Pada ketinggian tertentu, uap air berubah menjadi partikel es yang berukuran sangat kecil karena pengaruh suhu udara yang rendah. Proses ini disebut kondensasi. Partikel-partikel es tersebut akan saling mendekat satu sama lain, bersatu kemudian membentuk awan dan kabut di langit.

5. Presipitasi (pengendapan)

 Air adalah senyawa penting yang mendukung adanya kehidupan di alam semesta geveducation:  Daur Air

Awan kemudian turun ke permukaan bumi sebagai hujan karena pengaruh angin panas atau perubahan suhu. Jika suhu sangat rendah (di bawah 0 derajat), tetesan air jatuh sebagai salju atau hujan es. Melalui salah satu proses pada daur air ini, air kemudian masuk kembali ke lapisan litosfer.

6. Limpasan

 Air adalah senyawa penting yang mendukung adanya kehidupan di alam semesta geveducation:  Daur Air

Limpasan adalah proses air mengalir di atas permukaan bumi. Air berpindah dan bergerak menuju tempat yang lebih rendah melalui saluran-saluran air, seperti sungai dan got hingga kemudian masuk ke danau, laut, dan samudra. Pada tahap daur air ini, air masuk ke lapisan hidrosfer.

7. Infiltrasi

 Air adalah senyawa penting yang mendukung adanya kehidupan di alam semesta geveducation:  Daur Air

Setelah hujan, tidak semua air ikut melalui tahap limpasan. Beberapa di antara air tersebut bergerak jauh ke dalam tanah. Air ini disebut air infiltrasi. Air merembes ke bawah dan menjadi air tanah.


Bunyi

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI (Paket 5)

Bunyi merupakan hasil dari getaran suatu benda yang merambat dalam bentuk gelombang. Oleh karena itu, bunyi sering disebut sebagai gelombang bunyi. Bunyi dihasilkan oleh benda-benda yang bergetar. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa bunyi suara kereta api yang sedang melintas, suara kicauan burung, dan suara orang mendengkur sangat jelas berbeda. Bunyi sangat berkaitan erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Saat kita bersuara pun, itu akan menghasilkan bunyi.
Sifat-sifat bunyi ada tiga, yaitu sebagai berikut:
a.   Termasuk gelombang longitudinal (gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarnya).
b.    Perambatannya membutuhkan medium.
c.    Dapat dipantulkan.
Setiap benda yang bergetar pasti akan menghasilkan bunyi. Benda-benda itu dinamakan sumber bunyi. Sumber bunyi adalah benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi. Contoh sumber bunyi adalah garpu tala, alat-alat musik seperti gamelan, suling, dan trompet, serta benda-benda lain seperti drum dan bedug yang dipukul.
Bunyi mempunyai jenis yang berbeda-beda. Hal ini bergantung dari frekuensinya. Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi setiap satu detik. Satuan frekuensi adalah Hertz (Hz). Berdasarkan frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
a.    Bunyi Infrasonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat rendah, yaitu kurang dari 20 Hz. Bunyi infrasonik ini dapat didengar oleh kelelawar, anjing, jangkrik, dan kuda.
b. Bunyi Audiosonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi di antara 20-20.000 Hz. Bunyi audiosonik ini dapat didengar oleh manusia. Bunyi kereta api yang melintas akan berbeda dengan bunyi burung yang berkicau. Garpu tala. Jangkrik
c.   Bunyi Ultrasonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat tinggi, yaitu lebih dari 20.000 Hz. Bunyi ultrasonik ini dapat didengar oleh lumba-lumba.
Ketika ada trompet ditiup dan gitar dipetik, kita akan mendengar kedua bunyi tersebut secara bersamaan. Bunyi trompet dan gitar tersebut merambat melalui medium udara. Udara merupakan medium yang sering dilalui oleh gelombang bunyi. Cepat rambat bunyi dipengaruhi oleh dua hal, yaitu jenis dan suhu medium. Pada umumnya, bunyi dapat merambat melalui medium padat, cair, dan udara. Bunyi tidak merambat di ruang hampa udara karena bunyi memerlukan medium untuk merambat. Benda padat dan cair merupakan penghantar bunyi yang baik daripada udara. Hal ini disebabkan susunan partikel zat padat dan cair lebih rapat daripada susunan partikel udara.
Selain jenis medium, faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi adalah suhu medium. Semakin besar (meningkat) suhu medium, maka cepat rambat bunyi akan semakin besar. Hal ini dikarenakan pada saat suhu medium meningkat, molekul-molekul medium akan bergerak lebih cepat. Gerakan tersebut akan menimbulkan tumbukan antarpartikel medium yang frekuensinya semakin besar. Dengan meningkatnya frekuensi tumbukan ini, energi akan berpindah dalam waktu singkat, sehingga cepat rambat bunyi akan semakin cepat.
Bunyi merupakan suatu gelombang sehingga bunyi mengalami pemantulan. Berikut ini adalah jenis-jenis bunyi pantul.
a.    Bunyi yang Memperkuat Bunyi Asli
Bunyi ini terjadi apabila sumber bunyi mempunyai jarak yang sangat dekat dengan dinding pemantulnya. Dengan demikian, bunyi pantulnya akan terdengar jelas dan bersamaan dengan bunyi aslinya. Contohnya adalah suara seseorang yang berada di dalam ruangan kecil akan terdengar jelas.
b.    Gaung
Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi terpantul berulang-ulang. Gaung terjadi jika bunyi dipantulkan pada permukaan yang keras. Contohnya adalah pemantulan bunyi yang terjadi di dalam bioskop. Untuk menghindari terjadinya gaung, maka dinding di dalam bioskop atau gedung konser dilapisi oleh bahan-bahan yang lunak, seperti karpet, busa karet, dan gabus.
c.    Gema
Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Gema terjadi karena jarak antara sumber bunyi dengan dinding pemantulnya. Contohnya adalah bunyi pantul yang dihasilkan oleh dinding antarbangunan dan dasar suatu ruangan.
Berikut ini adalah jenis-jenis bunyi yang lain
a.    Nada adalah bunyi yang mempunyai frekuensi yang teratur.
b.    Desah adalah bunyi yang memiliki frekuensi yang tidak teratur.
c.    Dentum adalah bunyi yang mempunyai amplitudo yang sangat besar dan terdengar mendadak.
d.   Warna bunyi atau timbre adalah bunyi yang memiliki frekuensi yang sama, tetapi terdengarnya berbeda.
Peristiwa resonansi banyak terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Yang dimaksud dengan resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena ada benda lain yang bergetar. Frekuensi benda yang bergetar bernilai sama dengan frekuensi benda yang dipengaruhinya. Berikut ini adalah contoh peristiwa resonansi yang menguntungkan dan merugikan.
a. Resonansi yang menguntungkan, yaitu resonansi yang terjadi pada alat musik, seperti gitar, gamelan, dan genderang.
b.  Resonansi yang merugikan, yaitu resonansi yang terjadi pada suara deru pesawat terbang yang dapat membuat kaca pecah.


Kalor atau Panas

Istilah kalor sering kali identik dengan istilah panas geveducation:  Kalor atau Panas

Istilah kalor sering kali identik dengan istilah panas. Bila dipelajari dengan seksama maka kedua istilah tersebut tidaklah sama meski memiliki keterkaitan langsung. Perbedaan kalor dan panas dapat ditinjau dari nama penemu dan satuan yang digunakan. Kalor ditemukan oleh Antonnie Laurent Lavioser (1743-1794) dengan satuan Kalori (kal), sedangkan panas ditemukan oleh James Presscote Joule (1818-1889) dengan satuan Joule (J). Selain nama satuan, perbedaan kalor dan panas bisa dilihat dari teori dasar. Kalor merupakan bentuk energi yang diperoleh suatu benda dan berakibat pada perubahan suhu dan wujud benda sedangkan panas merupakan bentuk perpindahan energi akibat terjadinya perubahan suhu. Jadi, sebetulnya teori panas merupakan bentuk penyempurnaan dari teori kalor.
Pada teori dasar kalor disebutkan bahwa energi yang diperoleh suatu benda dapat mengakibatkan perubahan suhu dan wujud benda. Perubahan suhu salah satunya terjadi pada peristiwa air dingin yang dituangkan air panas. Air dingin tersebut menjadi air hangat. Hal ini mengindikasikan terjadi perubahan suhu pada peristiwa tersebut. Sedangkan perubahan wujud salah satunya terjadi pada peristiwa kayu yang dibakar. Kayu dibakar akan berubah menjadi arang. Hal ini mengindikasikan terjadi perubahan wujud pada peristiwa tersebut.
Kalor atau panas merupakan suatu energi. Energi kalor atau panas diperoleh dari sumber-sumber energi kalor atau panas. Sumber-sumber energi kalor atau panas, diantaranya matahari, api, dan gesekan sebuah benda. Konsep kalor maupun panas membahas bahwa terdapat suatu perpindahan energi yang berakibat pada perubahan suhu maupun wujud benda. Terdapat tiga cara perpindahan kalor atau panas, antara lain:

1. Konduksi

Istilah kalor sering kali identik dengan istilah panas geveducation:  Kalor atau Panas


Konduksi adalah perpindahan kalor atau panas dengan zat penghantar yang tanpa disertai dengan perpindahan bagian-bagian zat tersebut. Konduksi pada umumnya terjadi pada zat padat, seperti pada berbagai jenis logam. Contoh konduksi pada saat memanaskan sebatang besi dengan api. Jika salah satu ujung dipanaskan, maka semakin lama ujung yang dipegang akan semakin panas. Hal ini menandakan bahwa terjadi perpindahan kalor atau panas dari ujung yang satu ke ujung yang dipegang.

2. Konveksi

Istilah kalor sering kali identik dengan istilah panas geveducation:  Kalor atau Panas


Konveksi adalah perpindahan kalor atau panas dengan zat penghantar yang disertai dengan perpindahan bagian-bagian zat tersebut. Konveksi umumnya terjadi pada zat cair dan gas. Contoh konveksi ialah memanaskan air menggunakan panci hingga mendidih. Kalor atau panas dari api menyebar pada zat air dan mengakibatkan air tersebut ikut berpindah. Gelembung-gelembung yang timbul pada saat mendidih menandakan bahwa terjadi perpindahan zat air.

3. Radiasi

Istilah kalor sering kali identik dengan istilah panas geveducation:  Kalor atau Panas


Radiasi adalah perpindahan kalor atau panas tanpa menggunakan zat perantara. Perpindahan kalor atau panas ini hanya terjadi pada gas atau ruang hampa. Contoh radiasi adalah perpindahan kalor atau panas dari matahari ke bumi. Tubuh akan terasa hangat apabila terkena sinar matahari. Hal ini terjadi karena terdapat radiasi kalor atau panas yang dipancarkan matahari.

Kalor atau panas dapat terhantar melalui zat atau benda tertentu. Benda yang menghantarkan kalor atau panas dengan baik disebut konduktor kalor atau panas. Pada dasarnya konduktor kalor atau panas terbuat dari berbagai jenis logam. Hal ini dimanfaatkan manusia untuk berbagai keperluan, seperti memasak, mendidihkan air, menyetrika, dan sebagainya. Sebaliknya benda yang tidak menghantarkan kalor atau panas dengan baik disebut isolator kalor atau panas yang terdiri dari benda yang berasal dari kaca, kayu, kain, dan plastik. Hal ini juga dimanfaatkan manusia untuk berbagai keperluan, seperti kaca untuk jendela rumah, kayu untuk pegangan alat masak, kain untuk taplak meja, dan plastik untuk kemasan makanan.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kalor atau panas merupakan bentuk perpindahan energi yang dapat mengakibatkan perubahan suhu dan wujud benda. Dengan memahami prinsip kalor atau panas terutama sifat konduktor dan isolator kalor atau panas dari benda, kita dapat memanfaatkan hal tersebut untuk berbagai keperluan seperti yang telah dijelaskan di atas.


Sifat-Sifat Cahaya
Cahaya adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata manusia. Beberapa contoh sumber cahaya, meliputi matahari, lampu, dan api. Matahari merupakan sumber cahaya utama bagi manusia. Cahaya matahari menyinari bumi pada siang hari, sedangkan malam hari manusia memanfaatkan cahaya lampu atau cahaya dari api.
Cahaya memiliki sifat khusus yang disebut dengan sifat-sifat cahaya, sebagai berikut:
1. Cahaya merambat lurus
Sumber cahaya adalah semua benda yang dapat memancarkan cahaya sendiri. Contoh sumber cahaya antara lain: matahari, bintang, api, lampu dan kilat. Salah satu sifat cahaya yaitu merambat lurus. Apabila kita memperhatikan cahaya matahari, maka akan tampak bahwa berkas cahayanya merambat dengan lurus. Cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan atau celah-celah rumah yang gelap akan tampak seperti garis-garis putih yang lurus. Dengan demikian, bila terhalang oleh tembok atau karton, berkas cahaya tidak dapat terlihat. Berkas cahaya yang merambat lurus dapat kita amati pada cahaya lampu mobil atau senter di malam hari, berkas cahaya yang berasal dari proyektor film yang dipancarkan ke arah layar, dan lain-lain.

 Cahaya adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata manusia geveducation:  Sifat-Sifat Cahaya

Gambar Cahaya Merambat Lurus
2. Cahaya menembus benda bening
Berdasarkan dapat tidaknya meneruskan cahaya, benda dibedakan menjadi benda tidak tembus cahaya dan benda tembus cahaya. Benda tidak tembus cahaya tidak dapat meneruskan cahaya yang mengenainya. Apabila dikenai cahaya, benda ini akan membentuk bayangan. Contoh benda tidak tembus cahaya yaitu kertas, karton, tripleks, kayu, dan tembok. Sementara itu, benda tembus cahaya dapat meneruskan cahaya yang mengenainya. Contoh benda tembus cahaya yaitu kaca.

 Cahaya adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata manusia geveducation:  Sifat-Sifat Cahaya

Gambar Cahaya Menembus Benda Bening
3.  Cahaya dapat dipantulkan
Pemantulan cahaya ada dua jenis yaitu pemantulan baur (pemantulan difus) dan pemantulan teratur. Pemantulan baur terjadi apabila cahaya mengenai permukaan yang kasar atau tidak rata. Pada pemantulan ini, sinar pantul arahnya tidak beraturan. Sementara itu, pemantulan teratur terjadi jika cahaya mengenai permukaan yang rata, licin, dan mengilap. Permukaan yang mempunyai sifat seperti ini misalnya cermin. Pada pemantulan ini sinar pantul memiliki arah yang teratur. Berikut merupakan gambar dari pemantulan baur dan pemantulan teratur.


 Cahaya adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata manusia geveducation:  Sifat-Sifat Cahaya

Gambar Pemantulan Baur dan Pemantulan Teratur
Cermin merupakan salah satu benda yang memantulkan cahaya. Berdasarkan  bentuk   permukaannya  ada   cermin   datar  dan   cermin  lengkung.
Cermin lengkung ada dua macam, yaitu cermin cembung dan cermin cekung.
a. Cermin Datar
Cermin datar yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya datar dan tidak melengkung. Sifat bayangan pada cermin datar yaitu: 1) Ukuran (besar dan tinggi) bayangan sama dengan ukuran benda. 2) Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin. 3) Kenampakan bayangan berlawanan dengan benda. 4) Bayangan tegak seperti bendanya. 5) Bayangan bersifat semu atau maya. Artinya, bayangan dapat dilihat dalam cermin, tetapi tidak dapat ditangkap oleh layar.

 Cahaya adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata manusia geveducation:  Sifat-Sifat Cahaya

  Gambar Cermin Datar
b. Cermin Cembung
Cermin cembung yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya melengkung ke arah luar. Cermin cembung biasa digunakan untuk spion pada kendaraan bermotor. Bayangan pada cermin cembung bersifat maya, tegak, dan lebih kecil (diperkecil) daripada benda yang sesungguhnya.

 Cahaya adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata manusia geveducation:  Sifat-Sifat Cahaya

 Gambar Cermin Cembung
c.  Cermin Cekung
Cermin cekung yaitu cermin yang bidang pantulnya melengkung ke arah dalam. Cermin cekung biasanya digunakan sebagai reflektor pada lampu mobil dan lampu senter. Sifat bayangan benda yang dibentuk oleh cermin cekung sangat bergantung pada letak benda terhadap cermin. 1) Jika benda dekat dengan cermin cekung, bayangan benda bersifat tegak, lebih besar, dan semu (maya). 2) Jika benda jauh dari cermin cekung, bayangan benda bersifat nyata (sejati) dan terbalik.

 Cahaya adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata manusia geveducation:  Sifat-Sifat Cahaya

       Gambar Cermin Cekung
4. Cahaya dapat dibiaskan
Apabila cahaya merambat melalui dua zat yang kerapatannya berbeda, cahaya tersebut akan dibelokkan. Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah melewati medium rambatan yang berbeda disebut pembiasan. Apabila cahaya merambat dari zat yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat, cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal. Misalnya cahaya merambat dari udara ke air. Sebaliknya, apabila cahaya merambat dari zat yang lebih rapat ke zat yang kurang rapat, cahaya akan dibiaskan menjauhi garis normal. Misalnya cahaya merambat dari air ke udara. Contoh lainnya yaitu dasar kolam terlihat lebih dangkal daripada kedalaman sebenarnya. Gejala pembiasan juga dapat dilihat pada pensil yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air. Pensil tersebut akan tampak patah.

 Cahaya adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata manusia geveducation:  Sifat-Sifat Cahaya

  Gambar Pembiasan Cahaya
5.  Cahaya dapat diuraikan
Pelangi terjadi karena peristiwa penguraian cahaya (dispersi). Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna. Cahaya matahari yang kita lihat berwarna putih. Namun, sebenarnya cahaya matahari tersusun atas banyak cahaya berwarna. Cahaya matahari diuraikan oleh titik-titik air di awan sehingga terbentuk warna-warna pelangi.

 Cahaya adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata manusia geveducation:  Sifat-Sifat Cahaya

 Gambar Penguraian Cahaya




Bulan sebagai Satelit Bumi
Bulan atau Moon dalam bahasa Inggris, Luna dalam bahasa Romawi, dan Artemis dalam bahasa Yunani adalah satu-satunya satelit alami yang dimiliki Bumi. Berdasarkan posisinya, Bulan adalah benda angkasa yang paling dekat dengan Bumi. Bulan juga menjadi benda yang kedua paling terang setelah Matahari dan satu-satunya permukaan benda langit yang dapat diamati dengan mudah.

satunya satelit alami yang dimiliki Bumi geveducation:  Bulan sebagai Satelit Bumi
Bulan

Bulan merupakan bola batu raksasa yang mengitari Bumi. Permukaan Bulan gersang, dipenuhi kawah yang berasal dari ledakan meteroit miliaran tahun yang lalu. Bulan diprediksi terbentuk saat planet lain bertubrukan dengan Bumi muda. Pecahan batuan dari peristiwa tersebut muncul bersama dan membentuk bulan.
Jarak rata-rata Bumi-Bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, yakni sekitar 30 kali diameter Bumi. Diameter Bulan adalah 4.474 km, sedikit lebih kecil dari seperempat diameter Bumi. Artinya, volume Bulan sekitar 2% volume Bumi dan tarikan gravitasi di permukaan Bulan sekitar 17% daripada tarikan gravitasi Bumi. Bulan beredar mengelilingi Bumi sekali setiap 27,3 hari (periode orbit) dan variasi periodik dalam sistem Bumi-Bulan-Matahari bertanggungjawab atas terjadinya fase-fase Bulan yang berulang setiap 29,5 hari (periode sinodik). Massa jenis Bulan (3,4 g/cm3) yakni lebih ringan dibanding Massa jenis Bumi (5,5 g/cm3).
Bulan memiliki dua gerakan yang penting yaitu rotasi Bulan dan revolusi Bulan. Rotasi Bulan adalah perputaran Bulan pada porosnya dari arah barat ke timur. Pada satu kali rotasi Bulan memerlukan waktu sama dengan satu kali revolusi Bulan mengelilingi Bumi. Saat ini Bulan berotasi setiap 27,3 hari sekali. Revolusi Bulan adalah peredaran Bulan mengelilingi Bumi dari arah barat ke timur. Satu kali penuh revolusi Bulan memerlukan waktu rata-rata 27,3 hari.
Bulan bersama dengan Bumi juga mengelilingi Matahari. Waktu yang dibutuhkan oleh Bumi untuk beredar mengelilingi Matahari adalah 365, 25 hari sama dengan waktu yang dibutuhkan oleh Bulan untuk beredar mengelilingi Matahari bersama Bumi yakni 365, 25 hari. Hal ini yang dijadikan dasar penentuan tahun Masehi yang sering kita gunakan. Setiap empat tahun sekali kelebihan hari dibulatkan menjadi 366 hari atau disebut juga sebagai tahun kabisat. Pada sistem Bumi-Bulan-Matahari, revolusi Bumi mengelilingi Matahari, Bulan mengelilingi Bumi, dan rotasi ketiga benda tersebut berputar pada sumbu-sumbunya yang memiliki arah yang sama.
Menurut Dirdjosoemarto, dkk. (1991, hlm. 405) permukaan Bulan terdiri atas:
1. Terra, yaitu daerah yang terlihat terang, ditaburi kabut.
2. Marta, yaitu daerah gurun batuan gelap yang diselubungi lava basah dan terdapat sedikit kawah.
3. Lembah, terdapat banyak lembah sempit, ada yang memanjang hingga 100 km.
4. Gunung, ada yang mencapai ketinggian 8.000 m.
5. Kawah, diduga jumlahnya mencapai 40.000 dengan diameternya berkisar antara 2-200 km. Kawah ini kemungkinan berasal dari kegiatan vulkanis dan tumbukan meteorit.
Bentuk Bulan secara berubah-ubah dilihat dari Bumi karena bagian Bulan yang mendapat cahaya Matahari berubah secara teratur. Hal ini disebut dengan fase Bulan. Pada suatu malam Bulan nampak seperti sabit kecil, pada esok harinya sabit itu nampak lebih tebal dan terus bertambah tebal, sehingga setelah enam hari bentuknya menjadi setengah lingkaran. Pada malam berikutnya Bulan nampak lebih besar dan pada akhirnya menjadi Bulan penuh/Bulan purnama. Tetapi setelah nampak sebagai Bulan penuh, akan nampak mengecil lagi sampai berbentuk sabit.
Perubahan bentuk semu Bulan berlangsung dalam satu Bulan sinodik atau 29,5 hari. Fase-fase Bulan, sebagai berikut:
1. Fase Bulan baru (Bulan tidak nampak).
2. Kuartir pertama 7 3/8 hari (Bulan sabit).
3. Kuartir purnama 14 3/4 hari (Bulan penuh).
4. Kuartir ketiga 22 1/8 hari (Bulan sabit).
5. Kuartir ke empat 28 1/2 hari (menjadi Bulan baru).

satunya satelit alami yang dimiliki Bumi geveducation:  Bulan sebagai Satelit Bumi
Fase Bulan

Kedudukan Bulan terhadap Matahari dilihat dari Bumi disebut aspek Bulan. Beberapa aspek Bulan yang mudah melihat di antaranya:
1. Aspek konjungsi
Konjungsi Bulan yaitu kedudukan Bulan searah dengan Matahari. Pada saat tersebut bagian Bulan yang menghadap ke Bumi ialah bagian yang sedang gelap, sehingga nampak Bulan tidak nampak dari Bumi. Peristiwa ini berlangsung siang hari di bumi, saat aspek konjungsi terjadi gerhana Matahari, karena cahaya Matahari yang menuju Bumi terhalang oleh Bulan.
2. Aspek oposisi
Oposisi Bulan adalah kedudukan Bulan berlawanan arah dengan kedudukan Matahari dilihat dari Bumi. Saat tersebut Bulan terlihat sebagai Bulan purnama. Peristiwa ini terjadi saat Bulan tertib bersamaan dengan saat Matahari terbenam. Pada aspek oposisi akan terjadi gerhana Bulan, karena cahaya Matahari yang menuju Bulan terhalang Bumi.
3. Aspek kuarter
Aspek kuarter yaitu pada saat Bulan menempati kedudukan tegak lurus terhadap garis penghubung Bumi-Matahari, pada fase ini Bulan menunjukkan fase perbani yaitu Bulan yang terang hanya setengahnya. Di dalam sebulan terjadi dua kali kuartir Bulan yaitu kuartir pertama (perbani awal) ketika Bulan nampak besar. Sedangkan kuartir kedua (perbani akhir) ketika Bulan tambah kecil dan terjadi 6 hari setelah purnama. Perbedaan kuartir pertama dan akhir adalah tempat yang terang, kuartir pertama bagian yang terang adalah barat sedangkan kuartir akhir adalah bagian Bulan sebelah timur.
Revolusi Bulan terhadap Bumi menjadi dasar penentuan kalender Hijriah. Sekali berevolusi terhadap Bumi, Bulan membutuhkan waktu selama 29 hari 12 jam 44 menit 3 detik. Kala revolusi Bulan terhadap Bumi ini dimanfaatkan oleh umat Islam untuk menentukan tahun Hijriah. Jumlah hari pada setiap bulan di kalender Hijriah berselang-seling 29 dan 30 hari. Dengan demikian, satu bulan dibulatkan menjadi 29,5 hari. Akibat pembulatan ini, maka pada tahun Hijriah pun ada tahun kabisat yang jumlah harinya 355 hari. Di dalam 30 tahun, terdapat 11 tahun kabisat. Satu tahun Hijriah lamanya 354 hari. Sedangkan satu tahun Masehi lamanya 365 hari. Oleh karena itu, tahun Hijriah lebih cepat 11 hari daripada tahun Masehi.
Lintasan Bulan saat revolusi mengelilingi Bumi merupakan faktor terjadinya gerhana. Lintasan Bulan mengelilingi Bumi membentuk bidang yang tidak sebidang dengan ekliptika (bidang lintasan bumi mengelilingi Matahari). Ada kalanya Bulan, Bumi, dan Matahari terletak pada satu garis lurus, pada saat itulah terjadi gerhana.
Gerhana Bulan terjadi pada saat Bulan berada dalam bayangan Bumi, yaitu pada kedudukan Matahari-Bumi-Bulan terletak pada garis lurus. Gerhana Bulan terjadi apabila Bulan masuk ke dalam bayangan Bumi inti (umbra) sehingga Bulan tidak menerima cahaya Matahari. Dari Bumi kenampakan Bulan mula-mula seluruhnya terang, kemudian pelan-pelan agak gelap, dan akhirnya gelap semua. Pelan-pelan nampak kembali sampai kelihatan seluruhnya.

satunya satelit alami yang dimiliki Bumi geveducation:  Bulan sebagai Satelit Bumi
Gerhana Bulan

Gerhana Matahari terjadi apabila posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga sebagian Bumi tidak mendapatkan cahaya Matahari (Matahari-Bulan-Bumi). Bumi yang terkena umbra mengalami gerhana Matahari total, sedangkan yang terkena penumbra mengalami gerhana Matahari sebagian.

satunya satelit alami yang dimiliki Bumi geveducation:  Bulan sebagai Satelit Bumi
Gerhana Matahari

Gerhana Matahari dibagi menjadi tiga jenis, yakni:
1. Gerhana Matahari total, terjadi pada saat jarak Bulan-Matahari yang paling jauh (563.319 km), sehingga bayangan inti Bulan dapat jatuh di Bumi.
2. Gerhana Matahari parsial, terjadi pada saat Bulan berada pada daerah bayangan penumbra, sehingga ada bagian Matahari yang terlihat normal.
3. Gerhana Matahari cincin, terjadi jika jarak Bulan mencapai jarak terjauh dari Bumi (405.530 km).
Rotasi Bulan dan revolusi Bulan mengakibatkan terjadinya pasang naik dan pasang surut air laut. Ketika pasang naik, permukaan air laut akan naik. Sebaliknya apabila pasang surut, permukaan air laut akan turun. Pada saat Bulan berevolusi terhadap Bumi, air laut di bagian Bumi yang menghadap Bulan akan tertarik gravitasi Bulan sehingga terjadi pasang naik. Sebaliknya, air laut di bagian Bumi yang tidak menghadap Bulan akan pasang surut.
Pasang surut umumnya terjadi dua kali dalam sehari. Pasang surut umumnya terjadi di pantai lepas (samudra), sehingga semalam itu terjadi dua kali pasang surut. Pasang dimulai kira-kira pukul 12.00 siang dan pukul 24.00 malam, sedangkan surut mulai pukul 06.00 pagi dan pukul 18.00 sore. Selain pasang surut yang terjadi dua kali sehari, dapat terjadi pula pasang surut yang istimewa tinggi dan rendahnya, yakni pada kedudukan Bulan baru dan Bulan purnama. Peristiwa pasang surut air laut ini dimanfaatkan manusia untuk hal-hal, sebagai berikut:

1. Pembuatan garam

satunya satelit alami yang dimiliki Bumi geveducation:  Bulan sebagai Satelit Bumi

2. Persawahan pasang surut
satunya satelit alami yang dimiliki Bumi geveducation:  Bulan sebagai Satelit Bumi

3. Berlayar atau berlabuhnya kapal di dermaga yang dangkal

satunya satelit alami yang dimiliki Bumi geveducation:  Bulan sebagai Satelit Bumi

4. Pembangkit listrik tenaga pasang surut (PLTPs)

satunya satelit alami yang dimiliki Bumi geveducation:  Bulan sebagai Satelit Bumi

5. Penggerak generator listrik

satunya satelit alami yang dimiliki Bumi geveducation:  Bulan sebagai Satelit Bumi


Referensi
Dirdjosoemarto, S., dkk. (1991). Pendidikan IPA 2, Buku II. Jakarta: Depdikbud, Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Tinggi.



Bintang
 Bintang adalah bola gas raksasa yang sangat panas geveducation:  Bintang

Bintang adalah bola gas raksasa yang sangat panas. Terdapat kira-kira 6.000 bintang di langit yang dapat kita lihat dengan mata telanjang. Semua bintang yang dapat kita lihat berada di Galaksi Bima Sakti. 6.000 bintang ini hanyalah sebagian kecil dari bermilyar-milyar bintang yang tersebar di alam semesta. Sejumlah ilmuwan mengatakan bahwa di alam semesta terdapat lebih dari 200 milyar milyar bintang.
Bintang-bintang bersinar dan berkelip-kelip. Bintang-bintang tersebut bersinar karena wujud bintang yang berupa bola api. Bintang memiliki cahayanya sendiri. Suhu bintang sangatlah tinggi. Sepotong baja akan meleleh jika diletakkan di permukaan bintang, bahkan menguap menjadi gas.
Bintang-bintang memiliki suhu yang berbeda-beda. Perbedaan suhu yang dimiliki bintang menyebabkan bintang memiliki terang cahaya yang berbeda-beda. Bintang yang berwarna biru memiliki cahaya paling kuat dan paling cemerlang. Suhu  bintang biru dapat mencapai 28.000oC bahkan lebih. Kelompok bintang berwarna kuning memiliki suhu sekitar 6.000oC. Matahari dalam tata surya kita tergolong ke dalam bintang yang berwarna kuning. Bintang berwarna merah merupakan bintang yang memiliki suhu paling rendah, yakni sekitar 1.650 oC atau kurang. Selain itu, terang cahaya bintang yang kita lihat dipengaruhi jarak bintang ke Bumi, ukuran, dan luminositas bintang. Semakin jauh jarak bintang ke Bumi, maka semakin redup. Semakin besar ukuran bintang, maka cahaya bintang semakin terang. Semakin besar luminositas, maka semakin terang cahaya bintang. Luminositas adalah kecerahan sebuah bintang yang ditentukan dengan menggunakan banyak energi yang dipacarkan oleh bintang setiap satu satuan waktu.
Bintang yang paling dekat dengan Bumi adalah Matahari. Bintang yang paling dekat dengan Bumi setelah Matahari adalah Proxima Centauri. Bintang ini terletak 4,3 tahun cahaya dari Bumi atau sama dengan 41.834.000.000.000 km. Karena jarak Proxima Centauri 4,3 tahun cahaya dari Bumi, jadi cahaya yang dipancarkan Proxima Centauri harus menempuh perjalanan selama 4,3 tahun baru sampai ke Bumi. Proxima Centauri dapat dilihat dari belahan Bumi bagian selatan. Namun, kita harus menggunakan bantuan teleskop karena Proxima Centauri terlalu redup untuk dilihat dengan mata telanjang.

 Bintang adalah bola gas raksasa yang sangat panas geveducation:  Bintang
Proxima Centauri

Terdapat juga bintang Sirius yang berjarak 8 tahun cahaya. Sirius terletak di konsentrasi Canis Major. Sirius dapat dilihat hampir di seluruh tempat di muka Bumi kecuali yang tinggal di atas lintang 73,284 derajat lintang utara. Saat terbaik melihat Sirius adalah sekitar tanggal 1 Januari. Saat tersebut Sirius mencapai meridian pada tengah malam.

 Bintang adalah bola gas raksasa yang sangat panas geveducation:  Bintang
Sirius

Meskipun bintang-bintang yang kita lihat sangat kecil, tetapi sebenarnya ukuran bintang banyak yang lebih besar dari Matahari. Matahari lebih dekat dari Bumi, sehingga Matahari terlihat besar. Matahari sendiri memiliki diameter hampir 1,4 juta km. Sejumlah bintang ada yang lebih kecil dan ada yang lebih besar dari Matahari. Bintang raksasa merah (red giant) dan bintang raksasa super (super giant) memiliki ukuran diameter bahkan sampai 400 juta km.
Suatu bintang lahir dari awan debu yang dingin dan gas yang sebagian besar berupa Hidrogen. Awan dan gas ini berada di antara bintang yang sudah ada di alam galaksi. Pada suatu ketika, gravitasi awan tersebut terganggu. Gangguan dapat berasal dari bintang yang jaraknya sangat dekat atau dari gelombang kejut yang berasal dari bintang yang meledak. Gangguan itu menyebabkan gumpalan di dalam awan terbentuk. Gumpalan tersebut semakin memampat dan menarik gas di sekitarnya akibat gravitasi dari gumpalan itu sendiri. Gumpalan yang memampat semakin mampat dan memanas. Gumpalan panas kemudian mulai berputar dan bentuknya berubah menjadi piringan. Piringan panas ini berputar semakin cepat, menarik lebih banyak gas dan debu ruang angkasa, dan semakin memanas. Setelah satu juta tahun atau lebih, terbentuklah inti panas yang padat di pusat piringan yang disebut dengan bintang proto.
Bersamaan dengan pertambahan gas dan debu yang ditarik ke dalam piringan, energi bintang proto akan semakin besar dan semakin panas. Bahan-bahan penyusun bintang akan terus runtuh ke dalam karena gaya gravitasi melebihi tekanan keluar yang dihasilkan fusi nuklir. Dengan demikian, suhu bintang proto semakin meningkat. Jika massa bintang sama atau lebih dari sepersepuluh massa Matahari dan suhunya cukup untuk mempertahankan reaksi fusi, bintang baru akan lahir. Saat bintang baru lahir, reaksi fusi atom Hidogren mampu menghasilkan tekanan keluar dan mengimbangi gaya gravitasi.
Bintang akan mati setelah milyaran tahun menyala. Cara bintang mati bergantung pada jenisnya. Bintang berukuran sedang seperti Matahari, saat inti bahan bakar Hidrogen di inti bintang habis, bintang akan berkonsentrasi karena gravitasinya. Saat berkonsentrasi, suhu bintang akan naik. Panas dari inti akan membuat lapisan di antaranya mengembang. Saat lapisan bagian luar Matahari mengembang, jari-jarinya akan membesar dan menjadi bintang raksasa merah. Jari-jari raksasa merah dapat melebihi jari-jari orbit Bumi mengelilingi Matahari. Setelah itu, inti bintang akan cukup panas untuk mengubah Helium menjadi Karbon. Saat bahan bakar Helium habis, inti bintang akan mengembang dan menjadi dingin. Lapisan bagian atas akan melemparkan bahan-bahan penyusun bintang. Bahan-bahan tersebut kemudian mengelompok di sekitar bintang yang sekarat untuk membentu nebula. Nebula adalah awan dan gas yang ada di ruang angkasa. Akhirnya inti bintang akan menjadi dingin.
Bintang yang ukurannya lebih besar dari Matahari, saat bahan bakar Hidrogen habis, dimulailah reaksi penggabugan Helium menjadi Karbon. Namun, setelah Helium habis, massa bintang masih cukup untuk mengubah Karbon menjadi unsur yang lebih berat, seperti Oksigen, Neon, Silikon, Magnesium, Sulfur, dan besi. Inti bintang tidak mampu untuk membakar lagi saat menjadi besi. Bintang lalu runtuh karena gaya gravitasinya sendiri dan inti besi memanas. Inti bintang dimampatkan sehingga proton dan elektron bergabung menjadi neutron. Ukuran inti bintang menjadi sama dengan Bumi. Kurang dari satu detik, inti besi menyusut sehingga garis tengahnya menjadi sekitar 20 km. Lapisan bagian luar bintang jatuh menuju inti neutron. Suhu bintang menjadi milyaran derajat celcius dan meledak. Bintang yang meledak disebut supernova. Saat meledak, bintang melepaskan energi yang sangat besar ke angkasa luar. Inti yang tertinggal membentuk bintang neutron dan lubang hitam, tergantung massa dari bintang.

Komet

erbentuk rangkaian cahaya yang mirip dengan rambut panjang geveducation:  Komet

Komet adalah benda langit yang berbentuk rangkaian cahaya yang mirip dengan rambut panjang. Kerena itu, benda langit ini juga dinamakan “bintang berambut panjang”. Ada juga yang menyebut sebagai “bintang berekor”. Kata komet sendiri berasal dari bahasa Yunani kometes yang berarti “berambut panjang”.
Komet tersusun dari es yang sangat padat. Ketika mendekati matahari, komet mengeluarkan gas yang berbentuk kepala yang bercahaya dan semburan yang terlihat seperti ekor. Orbit komet lebih lonjong sehingga jaraknya terhadap matahari sangat bervariasi.
Bagian-bagian sebuah komet adalah inti, koma, awan hydrogen, dan ekor. Ketika pertama kali komet ditemukan di langit, yang tampak adalah bagian padat yang menyerupai bintang yang amat kecil, dikenal sebagai inti (nukleus). Daerah kabut atau daerah yang mirip tabir di sekeliling inti adalah koma. Gas-gas ini dihalau oleh tekanan dari radiasi matahari dan membentuk ekor, yang arahnya selalu menjauh dari matahari.
Ada dua sebab mengapa ekor komet bisa tampak oleh kita. Pertama, gas-gas dan debu-debu yang diangkatnya memantulkan cahaya matahari. Kedua, sebagian gas dan debu menyerap sinar ultraviolet dan mengeluarkan bentuk cahaya tampak. Jadi, ekor komet merupakan gas bercahaya yang terjadi ketika komet lewat di dekat matahari.
Kebanyakan komet hanya dapat dilihat dengan bantuan teleskop, tetapi komet yang sangat menyolok dapat dilihat dengan mata telanjang. Sebuah komet yang bergerak mendekati matahari tumbuh bertambah besar dan ekornya makin panjang dan berkilau. Sebuah komet tampak lebih terang ketika berada di perihelium, yakni titik terdekat dari matahari. Setelah tercapai titik ini, komet bergerak menjauhi matahari. Komet memudar secara perlahan-lahan, ekornya makin memendek, dan pada suatu saat akan menghilang. Jadi, ekor komet berubah-rubah panjangnya sesuai dengan jarak dari matahari.
Setelah memeriksa catatan komet-komet yang telah tampak pada tahun 1531, 1607, dan tahun 1682, seorang astronom Inggris, Edmund Halley membuat suatu pengamatan yang menarik. Ia menyimpulkan bahwa komet-komet ini sesungguhnya adalah komet yang sama yang mengintari matahari selama tiga jangka waktu yang berbeda. Ia meramalkan bahwa komet yang sama ini akan tampak kembali pada tahun 1758, dan ini terjadi, ini menunjukan bahwa periode (kala) revolusi komet tersebut bergantian 75 tahun atau 76 tahun. Komet ini dinamakan komet Halley. Selanjutnya komet ini akan tampak pada tahun 1835, 1910 dan tahun 1986. Ramalan tersebut sangat tepat. Pada tahun 1986 komet ini nampak terlihat dengan jelas. Penampakan komet Halley hangat diplublikasikan oleh media kala itu. Diperkirakan komet Halley baru melintas kembali pada tahun 2061.

erbentuk rangkaian cahaya yang mirip dengan rambut panjang geveducation:  Komet
Komet Halley

Demikian yang terbaru, terkait dengan geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI (Paket 5)

BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya