geveducation: Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI (Paket 3)



Rangkuman Materi IPA K13 SD - Selamat datang di Geveducation, apa kabar Bapak/Ibu guru kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 SD? pada kesempatan semester 2 genap tahun pelajaran 2018/2019 ini berikut admin share mengenai Rangkuman Materi Muatan IPA Tematik K-2013 Kurtilas Kurikulum 2013 SD yang mana rangkuman materi sains atau  Ilmu Pengetahuan Alam ini dapat juga adik-adik kelas 6 SD simak sebagai referensi belajar mempersiapkan diri menghadapi pelaksanaan Ujian Sekolah 2019 USBN 2019.
 
Sendi Pada Rangka Manusia

Sendi adalah tempat perhubungan antara tulang-tulang atau antara tulang dengan tulang rawan. Sendi pada tulang terbentuk pada kartilago yang membesar. Kartilago ini di bagian ujungnya akan diliputi jaringan ikat dan selaput sendi (membrane synovial). Jaringan ikat berfungsi untuk menguatkan hubungan antartulang sedangkan selaput sendi menghasilkan cairan synovial yang berfungsi sebagai minyak pelumas sendi.
Secara fungsional sendi terbagi atas:
1. Synarthrosis (sendi mati)
Synarthrosis atau sendi mati adalah jenis persediaan yang tidak dapat digerakkan. Pada sendi mati, jaringan ikat yang menjadi penghubung antartulang akan mengeras dan berubah menjadi tulang. Selain itu, pada hubungan antartulang ini celah sendi pun tidak ditemukan. Sendi mati dibedakan menjadi dua tipe, yakni:
a. Tipe suture adalah tipe sendi yang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut padat. Misalnya, pada tolang tengkorak.
b. Tipe sinkondris adalah tipe sendi yang dihubungkan oleh kartilago hialin. Misalnya, hubungan diafisis dan epifisis pada tulang dewasa.
2. Amphiarthrosis (sendi kaku)
Amphiarthrosis atau sendi kaku adalah jenis persendian yang memungkinkan untuk dapat sedikit digerakkan. Sendi ini dihubungkan oleh kartilago. Sendi kaku dibedakan menjadi dua tipe, yakni:
a. Tipe simfisis adalah tipe sendi yang dihubungkan oleh kartilago serabut yang pipih. Misalnya, pada tulang kemaluan dan sendi antartulang belakang.
b. Pad sindesmosis adalah tipe sendi yang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Misalnya, pada sendi antartulang kering dan tulang betis.
3. Dyarthrosis (sendi gerak)
Dyarthrosis atau sendi gerak adalah jenis persendian yang memungkinkan untuk leluasa digerakkan karena antara dua tulang tidak dihubungkan oleh jaringan ikat. Ciri sendi ini, antara lain:
a. Permukaan sendi dilapisi selaput jaringan ikat fibrous yang tipis dan menyerabut.
b. Bagian dalam kapsul dibatasi oleh selaput sendi, yaitu selaput penghasil cairan synovial yang berfungsi sebagai minyak pelumas sendi.
c. Kapsul fibrousnya diperkuat dengan adanya ligamen, namun ada juga yang tidak.
d. Biasanya terdapat bantalan kartilago serabut di dalam kapsulnya.
Sendi dyarthrosis dapat dengan mudah ditemukan pada bagian-bagian tubuh manusia. Adapun berdasar arah gerakannya, sendi dyarthrosis dibedakan atas enam macam, di antaranya:

a. Sendi engsel

geveducation:  Sendi Pada Rangka Manusia https://www.geveducation.com/

Sendi engsel adalah sendi dyarthrosis yang ujung-ujung tulangnya berporos satu dan membentuk engsel. Arah gerakannya hanya satu, yaitu seperti gerakan engsel pintu. Contoh sendi engsel, misalnya terdapat pada mata kaki, sendi siku, lutut, dan ruas jari.

b. Sendi putar

geveducation:  Sendi Pada Rangka Manusia https://www.geveducation.com/

Sendi putar adalah sendi dyarthrosis yang salah satu ujung tulangnya dapat mengitari ujung tulang lainnya. Arah gerakannya memungkinkan untuk berotasi pada satu poros. Contoh sendi putar, misalnya terdapat pada sendi antara tulang atlas dan tulang tengkorak, serta sendi antara tulang hasta dan tulang pengumpil.

c. Sendi pelana atau sendi sela

geveducation:  Sendi Pada Rangka Manusia https://www.geveducation.com/

Sendi pelana adalah sendi dyarthrosis yang ujung-ujung tulangnya bertaut dan berbentuk pelana. Sendi ini memiliki dua poros sehingga dapat bergerak bebas, persis seperti gerakan orang yang sedang berkuda. Contoh sendi pelana, misalnya terdapat pada sendi antara tulang pergelangan tangan tulang dengan tulang telapak tangan atau sendi antara tulang telapak tangan dengan ruas jari.

d. Sendi kondiloid atau sendi elipsoid

geveducation:  Sendi Pada Rangka Manusia https://www.geveducation.com/

Sendi kondiloid adalah sendi dyarthrosis yang ujung-ujung tulangnya memungkinkan gerakan ke kanan, ke kiri, ke depan, dan ke belakang. Salah satu ujung tulang pada sendi ini berbentuk oval dan masuk ke dalam ujung tulang lain. Contoh sendi kondiloid, misalnya pada sendi antara tulang pergelangan tangan dan tulang pengumpil.

e. Sendi peluru

geveducation:  Sendi Pada Rangka Manusia https://www.geveducation.com/

Sendi peluru adalah sendi dyarthrosis yang ujung-ujung tulangnya berbentuk bongkol dan lekuk. Dengan bentuknya ini, gerakan bebas ke semua arah bisa dilakukan karena poros yang terbentuk berjumlah tiga. Contoh sendi peluru misalnya, pada sendi antara tulang lengan atas dan tulang gelang bahu, serta pada tulang paha dan tulang gelang panggul.

f. Sendi luncur

geveducation:  Sendi Pada Rangka Manusia https://www.geveducation.com/
            Sendi luncur adalah sendi dyarthrosis yang ujung-ujung tulangnya agak rata. Sendi luncur tidak mempunyai poros, sehingga hanya dapat melakukan gerakan menggeser. Contoh sendi luncur, misalnya pada sendi antara tulang pergelangan tangan, tulang selangka, tulang pergelangan kaki, dan tulang belikat. 

Mata




geveducation:  Panca Indera Manusia https://www.geveducation.com/

Mata adalah alat indera penglihat. Bentuk bola mata bulat seperti bola pingpong. Diameternya kurang lebih 2 cm. Sebagian besar terletak di dalam rongga tengkorak. Mata terdiri atas bagian-bagian yang penting dalam proses penglihatan dan bagian-bagian yang melindungi mata.
Bagian yang melindungi mata adalah alis mata, kelopak mata, dan bulu mata. Alis mata merupakan rambut yang terletak di atas mata. Kelopak mata terdiri atas kelopak atas dan kelopak bawah. Kelopak mata berfungsi untuk melindungi mata dari benda-benda asing, misalnya debu, asap, dan keringat. Bulu mata merupakan rambut yang terletak di kelopak mata. Bulu mata berguna juga untuk melindungi mata dari benda asing.
Mata juga dilengkapi dengan kelenjar air mata dan otot mata. Kelenjar air mata menghasilkan air mata. Air mata berfungsi untuk membasahi kornea mata agar tidak kering. Air mata juga berfungsi untuk membasahi kornea agar mudah digerakkan. Kelenjar air mata mengeluarkan air mata pada saat kita mengedipkan mata. Otot mata berguna untuk menggerakkan bola mata, sehingga dapat bergerak ke kiri-kanan dan atas-bawah.
Adapun bagian-bagian mata yang berhubungan dengan fungsi penglihatan, di antaranya:
1. Kornea (selaput bening)
Kornea sangat penting bagi ketajaman penglihatan kita. Fungsi utama kornea mata adalah menerima cahaya yang masuk ke mata. Cahaya tersebut diteruskan ke bagian mata yang lebih dalam dan berakhir di retina. Karena fungsinya tersebut, maka kornea memiliki sejumlah sifat, yaitu tidak berwarna (bening) dan tidak mempunyai pembuluh darah. Kerusakan pada kornea dapat menyebabkan kebutaan. Kornea mata orang yang telah meninggal dapat disumbangkan untuk menyembuhkan orang lain dari kebutaan.
2. Iris (selaput pelangi) dan pupil (anak mata)
Iris adalah selembar otot yang terletak di belakang kornea. Iris merupakan suatu jaringan yang kaya dengan pembuluh darah. Warna iris memberikan warna pada mata. Iris bekerja sama dengan pupil untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke mata, sehingga sesuai dengan kebutuhan. Pupil adalah celah (lubang) bundar yang ada di tengah-tengah iris. Pada cahaya terang, otot iris mengerut dan menyebabkan iris mengecil. Mengecilnya pupil akan menghentikan cahaya agar tidak terlalu banyak masuk ke mata. Pada cahaya redup, otot-otot iris akan menjadi rileks, sehingga pupil melebar. Melebarnya pupil memungkinkan cahaya semakin banyak masuk ke mata. Fungsi pupil tersebut sama dengan fungsi diafragma pada alat potret atau kamera.
3. Lensa
Lensa terletak di belakang anak mata (pupil) dan selaput pelangi (iris). Fungsi lensa adalah memfokuskan dan meneruskan cahaya yang masuk ke mata agar tepat jatuh ke retina. Dengan demikian, mata dapat melihat dengan jelas. Lensa mata mempunyai  kemampuan untuk mencembung dan memipih untuk memfokuskan jatuhnya cahaya. Kemampuan lensa untuk mengubah kecembungannya disebut daya akomodasi. Apabila kita mengamati benda yang letaknya dekat, maka mata berakomodasi dengan kuat. Akibatnya, lensa mata menjadi lebih cembung dan bayangan dapat jatuh tepat di retina. Apabila kita mengamati benda yang letaknya jauh, maka mata tidak berakomodasi. Akibatnya, lensa berbentuk pipih. Pada orang berusia di atas 50 tahun, daya akomodasi lensa mata mulai menurun. Akibatnya, orang tua menjadi sulit melihat dengan jelas.
4. Badan bening
Badan bening ini terletak di belakang lensa. Bentuknya seperti agar-agar. Fungsi badan bening ialah meneruskan cahaya yang telah melewati lensa. Cahaya itu selanjutnya disampaikan ke selaput jala (retina).
5. Retina (selaput jala)
Selaput jala (retina) merupakan selaput yang terletak paling belakang. Selaput jala menerima cahaya yang diteruskan oleh bagian-bagian mata di depannya. Pada selaput jala terdapat ujung-ujung saraf penerima.
6. Saraf mata
Saraf mata berfungsi untuk meneruskan rangsang cahaya yang diterima. Rangsang tersebut diteruskan ke sususnan saraf pusat yang berada di otak. Dengan demikian, kita dapat melihat suatu benda.
Mata bekerja saat melihat suatu objek. Tanpa cahaya, mata tidak dapat menjalankan fungsinya. Cahaya masuk melalui pupil. Lensa mata mengarahkan cahaya sehingga benda jatuh pada retina. Kemudian, ujung-ujung saraf penerima yang ada di retina menyampaikan bayangan tersebut ke otak. Setelah diproses di otak, kita dapat melihat benda tersebut.
Adapun kelainan dan penyakit yang dapat menyerang mata, antara lain:
1. Miopi (rabun jauh) adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang jauh dengan jelas. Kelainan ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata berlensa minus (lensa cekung).
2. Hipermetropi (rabun dekat) adalah ketidakmampuan mata melihat benda dekat dengan jelas. Kelainan mata ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata berlensa plus (lensa cekung).
3. Presbiopi (mata tua) adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang dekat dan jauh dengan jelas. Kelaianan ini dapat diatasi dengan kacamata berlensa ganda, yaitu minus dan plus.
4. Rabun senja adalah kelainan mata barupa ketidakmampuan mata untuk melihat pada senja hari. Rabun senja disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Biasanya, rabun senja bersifat sementara. Di siang hari, mata mampu melihat lebih baik.
5. Buta warna adalah ketidakmampuan mata untuk melihat warna-warna tertentu. Misalnya, buta warna merah tidak dapat melihat mata merah.
Kelainan pada mata dapat dicegah dengan melakukan hal-hal berikut :
1.  Makan makanan yang mengandung vitamin A.
2. Menjaga kebersihan mata agar mata tidak kemasukan kotoran.
3. Membiasakan membaca buku dengan jarak 30 cm dengan penerangan yang cukup.
4. Segera memeriksakan diri ke dokter mata, apabila mata tidak mampu melihat dengan baik.

Hidung

geveducation:  Panca Indera Manusia https://www.geveducation.com/

Hidung adalah alat indera manusia yang berfungsi sebagai indera penciuman dan bagian dari sistem pernapasan yang berfungsi sebagai tempat masuknya udara. Di dalam hidung terdapat rambut-rambut halus dan reseptor yang peka terhadap rangsangan dalam bentuk gas dan uap. Saat bernapas, kita menghirup zat gas di sekitar, sehingga dapat merasakan aromanya. Ukuran dan bentuk hidung bervariasi, ada yang ukurannya besar atau kecil, bentuknya bisa pesek atau mancung. Biasanya ukuran dan bentuk ini tergantung kepada ras manusia tersebut dan pengaruh genetik.
Adapun fungsi hidung, di antaranya:

1. Sebagai organ pernapasan (penyaring udara)
Hidung merupakan organ pernapasan pertama yang akan dilalui oleh tubuh. Pada hidung terdapat struktur berupa rambut halus, lendir, dinding tulang, dan sebagainya yang akan berperan untuk menyaring udara yang masuk ke dalam organ pernapasan. Pada dinding hidung terdapat banyak pembuluh darah dan lendir yang akan berfungsi sebagai pengatur kelembaban dan suhu udara yang masuk. Selain itu, hidung dapat menyeimbangkan tekanan udara yang masuk dengan cara membelokkan udara ketika mengenainya.

2. Sebagai indera penciuman
Hidung memiliki saraf olfaktori (saraf pembau) yang merupakan bagian dari saraf kranial (berhubungan langsung dengan otak) dan berfungsi untuk menanggapi rangsangan zat gas atau uap. Rangsangan yang datang akan diterima oleh saraf tersebut, kemudian diteruskan dalam bentuk impuls ke otak sehingga kita dapat mencium sesuatu.

3. Pemberi rasa pada makanan
Hidung memiliki pengaruh terhadap indera pengecapan. Kombinasi dari hidung dan lidah yang baik dapat memberikan rasa yang optimal pada makanan. Pengaruh tersebut ada karena hidung berperan dalam penerimaan pantulan rasa oleh lidah. Oleh karena itu, ketika kita misalnya sakit flu dan mengalami sumbatan hidung, maka rasa makanan akan terasa berbeda.

4. Ikut berperan dalam pengaturan suara
Rongga hidung dapat mempengaruhi resonansi suara dan proses bicara yang kita lakukan. Hal ini karena pengaruh tekanan udara yang masuk melalui hidung. Ketika kita menutup hidung, maka kualitas suara akan berkurang dibandingkan saat berbicara dalam keadaan normal.

5. Pembersihan saluran napas
Pada bagian hidung terdapat lendir dan enzim yang akan membersihkan saluran pernapasan dari bakteri serta kotoran yang masuk. Selain itu, ketika terjadinya refleks bersin, maka kotoran dari dalam sistem pernapasan akan keluar melalui hidung dan mulut.

Struktur dan bagian-bagian hidung terdiri atas:

1. Lubang hidung
Lubang hidung merupakan bagian yang berfungsi melindungi hidung dari berbagai ancaman dari luar. Lubang hidung juga berperan dalam mengatur ukuran sesuatu yang dapat masuk ke dalam hidung. Bagian ini berhubungan langsung dengan rongga hidung. Terdapat dua buah lubang hidung pada manusia yang dipisahkan oleh septum (pemisah) hidung.

2. Bulu hidung
Bulu hidung merupakan rambut-rambut halus pada hidung yang berfungsi untuk penyaring udara yang masuk. Bulu hidung menahan kotoran sehingga tidak dapat masuk ke sistem pernapasan.

3. Septum (pemisah) hidung
Septum hidung merupakan struktur yang memisahkan hidung menjadi dua bagian. Septum hidung memisahkan hidung menjadi dua bagian (kiri dan kanan) dari mulai lubang hidung hingga bagian tenggorokan awal. Dinding septum dilapisi oleh lendir dan memiliki pembuluh darah sehingga berfungsi untuk melembabkan dan mengatur suhu udara yang masuk. Septum dibentuk oleh tulang dan tulang rawan hidung.

4. Rongga hidung
Rongga hidung merupakan organ yang sangat penting. Pada rongga hidung terdapat selaput lendir dan silia (rambut halus). Fungsi utama rongga hidung adalah untuk melanjutkan udara yang masuk menuju ke tenggorokan. Rongga hidung juga dapat menjaga kelembaban, suhu, dan tekanan udara. Pada fungsinya, bagian ini dibentuk oleh tulang tengkorak yang membentuk dinding-dinding tulang. Terdapat empat dinding yang saling berhubungan, yaitu dinding superior (atas), inferior (bawah), medial (tengah), dan lateral (samping).

5. Saraf hidung (saraf olfaktori)
Saraf olfaktori merupakan bagian dari 12 saraf kranial yang berhubungan langsung dengan otak. Saraf olfaktori merupakan saraf kranial yang berfungsi sebagai reseptor utama dalam indera penciuman. Saraf ini menerima rangsangan berupa bauan yang terbawa bersama udara yang dihirup kemudian mengirimkan informasi tersebut dalam bentuk impuls. Fungsi dari saraf olfaktori akan berhubungan dengan rasa makanan dan minuman yang dikonsumsi.

6. Sinus hidung
Sinus merupakan struktur berupa rongga yang terletak di sekitar hidung. Manusia memiliki empat pasang sinus hidung. Struktur ini juga sering disebut sinus paranasal. Semua sinus akan bermuara ke dalam rongga hidung. Sinus hidung berfungsi untuk melembabkan dan menyaring udara. Empat sinus tersebut, antara lain:
a. Sinus maksilaris (di tulang pipi);
b. Sinus frontalis (di tengah dahi);
c. Sinus ethmoidalis (di antara mata); dan
d. Sinus sphenoidalis (di belakang rongga hidung).

7. Tulang rawan hidung
Tulang rawan pada hidung merupakan struktur kuat dan elastis sebagai pembentuk bagian ujung hidung. Bentuk dari tulang rawan yang menyusun hidung menentukan bentuk hidung tersebut. Tulang rawan yang membentuk bagian hidung disebut tulang rawan hialin yang bersifat semi transparan, kuat, dan fleksibel. Walaupun bersifat kuat dan elastis, tulang rawan ini juga dapat rusak apabila terjadi benturan yang sangat keras.

8. Silia
Silia merupakan struktur bulu hidung yang sangat halus. Fungsi utamanya adalah melakukan penyaringan udara yang masuk ke hidung.

9. Selaput lendir
Selaput lendir pada hidung merupakan bagian yang berfungsi untuk menghasilkan mukus (ingus) sehingga hidung dapat terlindung dari berbagai macam kotoran dan bakteri.

10. Saluran hidung (nasofaring)
Pada bagian belakang hidung terdapat saluran yang berhubungan dengan tenggorokan. Pada nasofaring terdapat tuba eustachius dan tonsil adenoid (faringeal). Nasofaring ini berfungsi sebagai pengatur tekanan udara oleh tuba eustachius (saluran penghubung telinga dengan tenggorokkan) dan pelindung dari infeksi oleh tonsil adenoid.

Berikut penjelasan sederhana dari cara kerja hidung. Udara yang ada di luar tubuh bercampur dengan berbagai komponen gas lain, termasuk komponen bauan. Udara yang dihirup dari lubang membawa zat kimia berupa bauan. Udara ini disaring terlebih dahulu oleh bulu hidung, kemudian zat kimia yang dibawa akan larut bersama lendir di dalam rongga hidung. Zat kimia ini akan diterima oleh saraf olfaktori yang peka terhadap rangsangan bau berupa uap atau gas. Informasi tentang rangsangan ini akan dibawa oleh saraf olfaktori menuju otak. Kemudian otak menerjemahkan informasi tersebut sehingga kita dapat mencium aroma yang ada di sekitar kita.

Telinga




Telinga merupakan organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indera pendengaran dan organ yang menjaga keseimbangan. Telinga merupakan organ yang berperan terhadap pendengaran kita akan bunyi, hal ini dapat terjadi karena telinga memiliki reseptor khusus yang berfungsi untuk mengenali getaran suara. Telinga normal memiliki batasan frekuensi suara yang dapat didengar, yakni frekuensi di antara 20-20.000 Hz.
Adapun fungsi telinga, sebagai berikut:
1. Telinga sebagai indera pendengaran
Telinga berfungsi sebagai indera pendengaran, apabila terdapat gelombang suara yang masuk melalui telinga luar yang akan diterima oleh otak melalui proses terjadinya pendengaran.
2. Telinga sebagai pengatur keseimbangan
Terdapat struktur khusus pada organ telinga yang berfungsi mengatur dan menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini berhubungan dengan syaraf otak yang berfungsi menjaga keseimbangan sekaligus untuk mendengar.
Secara umum, telinga dibagi menjadi tiga (3) bagian besar, sebagai berikut:

1. Telinga bagian luar

Telinga merupakan organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indera pendengaran dan organ  geveducation:  Telinga

Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga (aurikula), saluran telinga luar (analis auditoris eksternal), dan gendang telinga (membran timpani) yang membatasi bagian luar dengan bagian dalam telinga.
Daun telinga terbentuk oleh susunan tulang rawan yang memiliki bentuk khas untuk mendukung fungsi telinga, yakni memusatkan gelombang suara yang masuk ke saluran telinga.
Pada saluran telinga luar terdapat kelenjar sudorifera yakni kelenjar yang dapat menghasilkan serumen (bahan mirip lilin yang dapat mengeras). Serumen ini menjaga telinga agar tidak banyak kotoran dari luar yang masuk ke dalam, juga menghindari masuknya serangga karena memiliki bau tidak sedap.
Gendang telinga merupakan bagian yang berfungsi untuk menangkap gelombang suara.

2. Telinga bagian tengah

Telinga merupakan organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indera pendengaran dan organ  geveducation:  Telinga

Telinga bagian tengah merupakan rongga yang berisi udara dan menjaga tekanan udara tetap seimbang. Dinding bagian ini dilapisi oleh sel epite. Fungsi utamanya adalah untuk meneruskan suara yang diterima dari telinga bagian luar ke telingan bagian dalam. Pada telinga bagian tengah terdapat tuba eustachius, yaitu bagian yang menghubungkan telinga dengan rongga mulut (faring). Tuba eustachius berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara antara telinga bagian luar dengan telinga bagian dalam.
Telinga bagian tengah terdiri atas tiga (3) tulang pendengaran utama, yaitu maleus (matil), incus (landasan), dan stapes (sangurdi). Tulang-tulang ini saling berhubungan satu sama lain (dihubungkan oleh sendi), karena adanya sendi, maka tulang-tulang tersebut dapat bergerak. Rangkaian tiga tulang tersebut berfungsi untuk mengirimkan getaran yang diterima dari gendang telinga pada bagian telinga luar menuju ke jendela oval telinga dalam. Tuba eustachius selalu menutup kecuali saat menelan dan menganga. Oleh karena itu, saat kita dalam ketinggian tertentu, apabila telinga berdengung, kita dianjurkan untuk menelan sesuatu, karena menelan dapat membuka tuba eustachius yang akan menyeimbangkan kembali tekanan udara.

3. Telinga bagian dalam

Telinga merupakan organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indera pendengaran dan organ  geveducation:  Telinga

Telinga bagian dalam terdiri atas bagian tulang dan bagian membran. Telinga bagian dalam disebut juga sebagai labirin karena berbentuk seperti labirin. Labirin tulang (labirin osea) merupakan rongga yang terbentuk pada tonjolan tulang pelipis yan berisikan cairan perilimfe. Labirin membran terletak pada bagian yang sama dengan bagian labirin tulang, namun tempatnya lebih dalam dan dilapisi oleh sel epitel serta berisi cairan endolimfe.
Labirin tulang telinga dalam terbagi menjadi tiga (3) bagian, yaitu:
a. Koklea (rumah siput)
Koklea berbentuk seperti tabung bengkok ke belakang lalu mengelilingi tulang dan membentuk seperti kerucut di ujungnya. Koklea berfungsi sebagai reseptor karena memiliki sel-sel saraf di dalamnya. Pada tabung koklea terdapat bagian yang dibentuk oleh tulang dan membran koklea, bagian ini disebut membran basilarisMembran basilaris berfungsi memisahkan koklea menjadi dua (2) bagian, yaitu pada bagian atas disebut skala vestibuli, dan pada bagian bawah disebut skala timpani. Di antara skala vestibuli dan skala timpani terdapat skala media. Bagian atas skala media dibatasi oleh membran vestibularis (reissner) dan bagian bawahnya oleh membran basilaris.
Pada skala vestibuli dan skala timpani terdapat cairan yang disebut dengan cairan perilimfe. Cairan ini berasal dari cairan serebrospinal yang masuk melalui sebuah saluran kecil, kemudian bermuara di vestibuli. Sedangkan dalam skala media terdapat cairan yang disebut dengan endolimfe yang belum diketahui dari mana asalnya.
Pada bagian atas membran basilaris terdapat suatu struktur khusus yang dikenal dengan nama organ kortiOrgan korti berfungsi mengubah getaran suara menjadi impuls. Organ korti adalah struktur yang disusun oleh sel-sel rambut dan sel penyokong, sel rambut pada organ korti ini dihubungkan dengan bagian auditori (pendengaran) dari saraf otak.
b. Vestibuli
Vestibuli adalah bagian yang terdiri dari sakula dan utrikulaSakula dan utrikula disusun oleh sel rambut yang memiliki struktur khusus, sel rambut ini disebut macula acustika. Sel rambut pada sakula tersusun secara vertikal, sedangkan pada utrikula tersusun secara horizontal. Pada sel rambut macula austica ini tersebar partikel serbuk protein kalsium karbonat (CaCO3) yang disebut otolith. Secara sederhana cara kerja vestibuli dapat dijelaskan, sebagai berikut: Saat berubahnya posisi kepala, otolith yang sensitif terhadap gravitasi lepas dari sel rambut pada macula austica, hal ini merangsang timbulnya respon pendengaran yang akan direspon oleh otot untuk menjaga keseimbangan.
c. Kanalis semisirkularis (saluran setengah lingkaran)
Kanalis Semisirkularis adalah saluran setengah lingkaran yang terdiri dari tiga (3) saluran semisirkularis yang tersusun menjadi satu kesatuan dengan posisi yang berbeda.  Tiga (3) saluran tersebut di antaranya:
1) Kanalis Semisirkularis Horizontal;
2) Kanalis Semisirkularis Vertikal Superior (Vertikal Atas); dan
3) Kanalis Semisirkularis Vertikal Posterior (Vertikal Belakang).
Adapun proses terjadinya pendengaran, sebagai berikut:
1. Gelombang suara masuk melalui telinga bagian luar, masuk ke membaran timpani;
2. Membran timpani mengubah gelombang suara menjadi getaran;
3. Getaran diteruskan ke koklea (rumah siput);
4. Getaran membuat cairan di rumah siput bergerak;
5. Pergerakan cairan merangsang berbagai reseptor rambut di rumah siput;
6. Sel rambut akan bergetar;
7. Getaran akan dikirim melalui saraf sensoris menuju otak dalam bentuk impuls; dan
8. Otak menerima impuls serta menerjemahkan sebagai suara.

Lidah


Telinga merupakan organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indera pendengaran dan organ yang menjaga keseimbangan. Telinga merupakan organ yang berperan terhadap pendengaran kita akan bunyi, hal ini dapat terjadi karena telinga memiliki reseptor khusus yang berfungsi untuk mengenali getaran suara. Telinga normal memiliki batasan frekuensi suara yang dapat didengar, yakni frekuensi di antara 20-20.000 Hz.
Adapun fungsi telinga, sebagai berikut:
1. Telinga sebagai indera pendengaran
Telinga berfungsi sebagai indera pendengaran, apabila terdapat gelombang suara yang masuk melalui telinga luar yang akan diterima oleh otak melalui proses terjadinya pendengaran.
2. Telinga sebagai pengatur keseimbangan
Terdapat struktur khusus pada organ telinga yang berfungsi mengatur dan menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini berhubungan dengan syaraf otak yang berfungsi menjaga keseimbangan sekaligus untuk mendengar.
Secara umum, telinga dibagi menjadi tiga (3) bagian besar, sebagai berikut:

1. Telinga bagian luar

Telinga merupakan organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indera pendengaran dan organ  geveducation:  Telinga

Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga (aurikula), saluran telinga luar (analis auditoris eksternal), dan gendang telinga (membran timpani) yang membatasi bagian luar dengan bagian dalam telinga.
Daun telinga terbentuk oleh susunan tulang rawan yang memiliki bentuk khas untuk mendukung fungsi telinga, yakni memusatkan gelombang suara yang masuk ke saluran telinga.
Pada saluran telinga luar terdapat kelenjar sudorifera yakni kelenjar yang dapat menghasilkan serumen (bahan mirip lilin yang dapat mengeras). Serumen ini menjaga telinga agar tidak banyak kotoran dari luar yang masuk ke dalam, juga menghindari masuknya serangga karena memiliki bau tidak sedap.
Gendang telinga merupakan bagian yang berfungsi untuk menangkap gelombang suara.

2. Telinga bagian tengah

Telinga merupakan organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indera pendengaran dan organ  geveducation:  Telinga

Telinga bagian tengah merupakan rongga yang berisi udara dan menjaga tekanan udara tetap seimbang. Dinding bagian ini dilapisi oleh sel epite. Fungsi utamanya adalah untuk meneruskan suara yang diterima dari telinga bagian luar ke telingan bagian dalam. Pada telinga bagian tengah terdapat tuba eustachius, yaitu bagian yang menghubungkan telinga dengan rongga mulut (faring). Tuba eustachius berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara antara telinga bagian luar dengan telinga bagian dalam.
Telinga bagian tengah terdiri atas tiga (3) tulang pendengaran utama, yaitu maleus (matil), incus (landasan), dan stapes (sangurdi). Tulang-tulang ini saling berhubungan satu sama lain (dihubungkan oleh sendi), karena adanya sendi, maka tulang-tulang tersebut dapat bergerak. Rangkaian tiga tulang tersebut berfungsi untuk mengirimkan getaran yang diterima dari gendang telinga pada bagian telinga luar menuju ke jendela oval telinga dalam. Tuba eustachius selalu menutup kecuali saat menelan dan menganga. Oleh karena itu, saat kita dalam ketinggian tertentu, apabila telinga berdengung, kita dianjurkan untuk menelan sesuatu, karena menelan dapat membuka tuba eustachius yang akan menyeimbangkan kembali tekanan udara.

3. Telinga bagian dalam

Telinga merupakan organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indera pendengaran dan organ  geveducation:  Telinga

Telinga bagian dalam terdiri atas bagian tulang dan bagian membran. Telinga bagian dalam disebut juga sebagai labirin karena berbentuk seperti labirin. Labirin tulang (labirin osea) merupakan rongga yang terbentuk pada tonjolan tulang pelipis yan berisikan cairan perilimfe. Labirin membran terletak pada bagian yang sama dengan bagian labirin tulang, namun tempatnya lebih dalam dan dilapisi oleh sel epitel serta berisi cairan endolimfe.
Labirin tulang telinga dalam terbagi menjadi tiga (3) bagian, yaitu:
a. Koklea (rumah siput)
Koklea berbentuk seperti tabung bengkok ke belakang lalu mengelilingi tulang dan membentuk seperti kerucut di ujungnya. Koklea berfungsi sebagai reseptor karena memiliki sel-sel saraf di dalamnya. Pada tabung koklea terdapat bagian yang dibentuk oleh tulang dan membran koklea, bagian ini disebut membran basilarisMembran basilaris berfungsi memisahkan koklea menjadi dua (2) bagian, yaitu pada bagian atas disebut skala vestibuli, dan pada bagian bawah disebut skala timpani. Di antara skala vestibuli dan skala timpani terdapat skala media. Bagian atas skala media dibatasi oleh membran vestibularis (reissner) dan bagian bawahnya oleh membran basilaris.
Pada skala vestibuli dan skala timpani terdapat cairan yang disebut dengan cairan perilimfe. Cairan ini berasal dari cairan serebrospinal yang masuk melalui sebuah saluran kecil, kemudian bermuara di vestibuli. Sedangkan dalam skala media terdapat cairan yang disebut dengan endolimfe yang belum diketahui dari mana asalnya.
Pada bagian atas membran basilaris terdapat suatu struktur khusus yang dikenal dengan nama organ kortiOrgan korti berfungsi mengubah getaran suara menjadi impuls. Organ korti adalah struktur yang disusun oleh sel-sel rambut dan sel penyokong, sel rambut pada organ korti ini dihubungkan dengan bagian auditori (pendengaran) dari saraf otak.
b. Vestibuli
Vestibuli adalah bagian yang terdiri dari sakula dan utrikulaSakula dan utrikula disusun oleh sel rambut yang memiliki struktur khusus, sel rambut ini disebut macula acustika. Sel rambut pada sakula tersusun secara vertikal, sedangkan pada utrikula tersusun secara horizontal. Pada sel rambut macula austica ini tersebar partikel serbuk protein kalsium karbonat (CaCO3) yang disebut otolith. Secara sederhana cara kerja vestibuli dapat dijelaskan, sebagai berikut: Saat berubahnya posisi kepala, otolith yang sensitif terhadap gravitasi lepas dari sel rambut pada macula austica, hal ini merangsang timbulnya respon pendengaran yang akan direspon oleh otot untuk menjaga keseimbangan.
c. Kanalis semisirkularis (saluran setengah lingkaran)
Kanalis Semisirkularis adalah saluran setengah lingkaran yang terdiri dari tiga (3) saluran semisirkularis yang tersusun menjadi satu kesatuan dengan posisi yang berbeda.  Tiga (3) saluran tersebut di antaranya:
1) Kanalis Semisirkularis Horizontal;
2) Kanalis Semisirkularis Vertikal Superior (Vertikal Atas); dan
3) Kanalis Semisirkularis Vertikal Posterior (Vertikal Belakang).
Adapun proses terjadinya pendengaran, sebagai berikut:
1. Gelombang suara masuk melalui telinga bagian luar, masuk ke membaran timpani;
2. Membran timpani mengubah gelombang suara menjadi getaran;
3. Getaran diteruskan ke koklea (rumah siput);
4. Getaran membuat cairan di rumah siput bergerak;
5. Pergerakan cairan merangsang berbagai reseptor rambut di rumah siput;
6. Sel rambut akan bergetar;
7. Getaran akan dikirim melalui saraf sensoris menuju otak dalam bentuk impuls; dan
8. Otak menerima impuls serta menerjemahkan sebagai suara.

Lidah

 Permukaan lidah kasar karena penuh bintil geveducation:  Lidah

Lidah terletak di dalam mulut. Permukaan lidah kasar karena penuh bintil-bintil yang disebut papila. Pada bintil-bintil lidah terdapat saraf pengecap. Lidah manusia merupakan organ berotot yang ditutupi oleh selaput lendir tipis. Lidah sangat fleksibel dan dapat digeser menjadi beberapa posisi yang berbeda serta menjadi berbagai bentuk. Fungsi utama lidah adalah sebagai pengecap, namun perannya dalam berbagai kegiatan lain juga penting.
Cita rasa, seleras, reseptor sensorik untuk rasa terletak pada lidah. Ucapan dan gerakan lidah juga sangat penting untuk artikulasi. Pada proses mengunyah dan menelan, lidah membantu gigi dan bagian lain dari mulut dengan mengunyah makanan dan melewati bawah tenggorokan sebagai bagian pertama dari proses menelan. Gerakan lidah juga dapat mengusir partikel makanan yang terjebak di antara gigi, gusi, dan pipi sehingga dapat meludahkan atau tertelan.
Sebagian besar, lidah tersusun atas otot rangka yang terletak pada tulang hyoideus, tulang rahang bawah dan processus styloideus di tulang pelipis. Terdapat dua jenis otot pada lidah, yakni otot ekstrinsik dan intrinsik.
Lidah memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan yang disebut papila. Pada papila ini terdapat kuncup pengecap yang merupakan kumpulan ujung-ujung saraf pengecap dan dihubungkan ke otak melalui serabut-serabut saraf. Suatu zat dapat dirasakan oleh lidah bila zat tersebut berupa larutan. Larutan tersebut kemudian memenuhi parit-parit di sekitar papila-papila. Karena pada papila tersebut terdapat kuncup-kuncup pengecap, maka zat yang mengisi parit tersebut merangsang kuncup pengecap. Rangsangan ini diteruskan oleh serabut saraf menuju otak untuk diartikan.
Kuncup-kuncup pengecap dapat membedakan empat rasa pokok, yaitu asam, pahit, manis, dan asin. Namun, terkadang kita juga dapat merasakan lebih dari empat rasa. Hal ini karena melibatkan faktor berikut:
1. Kombinasi keempat rasa utama tersebut menghasilkan rasa baru.
2. Peranan reseptor-reseptor pencium, suhu, dan sentuhan.
Keempat rasa tersebut dirasakan oleh kuncup-kuncup pengecap yang berbeda dan kuncup-kuncup tersebut berkumpul pada bagian tertentu di permukaan lidah, seperti pada gambar berikut:

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI (Paket 3) https://www.geveducation.com/

Penyakit yang sering menyerang lidah adalah sariawan. Sariawan mengakibatkan lidah memerah dan tampak luka. Penyakit ini cukup mengganggu karena menimbulkan rasa sakit pada saat kita menggerakkan lidah untuk mengunyah dan berbicara. Penyakit ini dapat dicegah dan disembuhkan dengan mengonsumsi vitamin C.
Adapun cara merawat kesehatan lidah, antara lain:
1. Menghindari makanan yang terlalu panas atau dingin.
2. Gunakan sikat gigi yang bersih dan lembut.
3. Rajin mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C.

 
Kulit
 



 Kulit berfungsi untuk melindungi tubuh bagian dalam dari pengaruh luar geveducation:  Kulit

Tubuh manusia diselimuti oleh kulit. Kulit berfungsi untuk melindungi tubuh bagian dalam dari pengaruh luar. Kulit juga berfungsi mengatur suhu tubuh dan sebagai indera peraba. Melalui indera peraba, kita dapat merasakan sakit, panas, atau dingin apabila sesuatu menyentuh kulit. Hal ini disebabkan pada permukaan kulit manusia terdiri atas berbagai penerima rangsang yang akan menanggapi rasa sakit, tekanan, panas, dan dingin.
Kulit terdiri atas tiga lapisan, yaitu:
1. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar dari kulit. Lapisan epidermis tersusun atas kulit ari dan lapisan malpighi. Pada epidermis terdapat saluran keringat, lubang kulit atau pori-pori, dan ujung rambut. Kulit ari merupakan lapisan epidermis terluar. Kulit ari tersusun atas sel-sel terluar dari lapisan malpighi yang telah mati. Kulit ari berfungsi mencegah masuknya bibit-bibit penyakit ke dalam tubuh dan mencegah menguapnya air dari tubuh. Lapisan malpighi berada di sebelah dalam kulit ari. Lapisan ini tersusun atas sel-sel yang aktif membelah diri.
2. Dermis
Dermis berada di bawah atau di sebelah dalam epidermis. Pada dermis terdapat kelenjar keringat, kelenjar minyak, akar rambut, pembuluh darah, saraf, dan reseptor indera peraba. Adapun reseptor dalam kulit ada bermacam-macam, sebagai berikut:
a. Korpuskula paccini, merupakan saraf perasa tekanan kuat.
b. Ujung saraf sekeliling rambut, merupakan saraf peraba.
c. Korpuskula ruffini, merupakan saraf perasa panas.
d. Ujung saraf crausse, merupakan perasa dingin.
e. Korpuskula meissner, merupakan saraf perasa nyeri.
f. Ujung saraf tanpa selaput, merupakan saraf perasa nyeri.
g. Lempeng merkel, merupakan saraf perasa sentuhan dan tekanan dingin.
3. Hipodermis
Hipodermis adalah lapisan kulit yang paling dalam. Lapisan ini mengandung banyak jaringan lemak yang berguna untuk menghangatkan tubuh.
Rangsang yang dapat diterima kulit berupa sentuhan panas, dingin, tekanan, dan nyeri. Ketika kulit menerima rangsang, rangsang tersebut diterima oleh sel-sel reseptor. Selanjutnya, rangsang akan diteruskan ke otak melalui urat saraf. Ransang diolah di otak. Akibatnya, kita merasakan adanya suatu rangsang. Otak pun memerintahkan tubuh untuk menanggapi rangsang tersebut.
Kulit merupakan bagian tubuh terluar, sehingga selalu berhubungan dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kulit mudah terluka serta terserang jamur dan bibit penyakit lainnya. Sejumlah penyakit kulit yang sering kita temui, di antaranya:
1. Jerawat
Jerawat mudah menyerang kulit wajah, leher, punggung, dan dada. Penyakit ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon dan kulit yang kotor. Anak-anak yang memasuki masa remaja serta orang-orang yang memiliki jenis kulit berminyak sangat rentan terhadap jerawat. Untuk meminimalisir terjadinya jerawat, kita harus senantiasa menjaga kebersihan kulit.
2. Panu
Panu disebabkan oleh jamur yang menempel di kulit. Panu tampak sebagai bercak atau bulatan putih di kulit dan disertai rasa gatal. Panu timbul karena penderita tidak menjaga kebersihan kulit.
3. Kadas
Kadas nampak di kulit sebagai bulatan putih bersisik. Pada setiap bulatan terhadap garis tepi yang jelas dengan kulit yang tidak terkena. Kadas juga menyebabkan rasa gatal. Penyakit ini disebabkan jamur.

Selanjutnya untuk Rangkuman IPA Paket 4 silahkan klik disini

Demikian yang terbaru, terkait dengan  geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI (Paket 3)

BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya