geveducation: Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI (Paket 1)


Rangkuman Materi IPA K13 SD - Selamat datang di Geveducation, apa kabar Bapak/Ibu guru kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 SD? pada kesempatan semester 2 genap tahun pelajaran 2018/2019 ini berikut admin share mengenai Rangkuman Materi Muatan IPA Tematik K-2013 Kurtilas Kurikulum 2013 SD yang mana rangkuman materi sains atau  Ilmu Pengetahuan Alam ini dapat juga adik-adik kelas 6 SD simak sebagai referensi belajar mempersiapkan diri menghadapi pelaksanaan Ujian Sekolah 2019 USBN 2019.

Sebelum menginjak ke Rangkuman Materi IPA SD, silahkan anda baca terlebih dahulu mengenai Hakikat Pembelajaran IPA di SD.

Ilmu pengetahuan alam (IPA) merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan pengamatan, eksperimen, dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala. Untuk itu, IPA bersifat empirik (suatu pengetahuan yang diperoleh melalui observasi atau percobaan). Dengan demikian, IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang gejala secara sistematis, sehingga bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep, atau prinsip saja, melainkan juga merupakan suatu proses penemuan.
IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang terdapat di sekolah dasar (SD). Pembelajaran IPA di SD diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. Lebih lanjut dalam hal prospek pengembangan dalam menerapkan pengetahuan tersebut pada kehidupan sehari-hari siswa. Untuk itu, pembelajaran IPA di SD menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau inquiry skill yang meliputi mengamati, mengukur, menggolongkan, mengajukan pertanyaan, menyusun hipotesis, merencanakan percobaan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisis data, mengkomunikasikan informasi, dan menerapkan ide. Oleh karena itu, pembelajaran IPA di SD, sebaiknya:
1. Menanamkan pada siswa pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah.
2. Memberikan pengalaman pada siswa sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran.
3. Melatih berfikir kuantitatif yakni penerapan matematika pada permasalahan nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam.
4. Memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alat-alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai permasalahan.
IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui identifikasi pemecahan masalah. Untuk itu, di tingkat SD diharapkan ada penekanan pembelajaran IPA yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep IPA dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana. Di samping itu, pembelajaran IPA di SD sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Dengan demikian, pembelajaran IPA di SD menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.
Mata pelajaran IPA di SD bertujuan agar siswa memiliki kemampuan, sebagai berikut:
1. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan-Nya.
2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat.
4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah, dan membuat keputusan.
5. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan alam.
6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.
7. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama (SMP).
Ruang lingkup bahan kajian IPA di SD, meliputi:
1. Makhluk hidup dan proses kehidupannya, yakni manusia, hewan, tumbuhan, dan interaksinya dengan lingkungan serta hubungan dengan kesehatan.
2. Benda atau materi, sifat-sifat dan kegunaannya, meliputi benda padat, cair, dan gas.
3. Energi dan perubahannya, meliputi gaya, bunyi, panas, listrik, magnet, cahaya, dan pesawat sederhana.
4. Bumi dan alam semesta, meliputi tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit.
Berdasarkan pada beberapa pendapat di atas, maka sebaiknya pembelajaran IPA di SD menggunakan perasaan keingintahuan siswa sebagai titik awal dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan penyelidikan atau percobaan. Kegiatan ini dilakukan untuk menemukan dan menanamkan pemahaman konsep-konsep baru IPA dan mengaplikasikannya untuk memecahkan permasalahan yang ditemui oleh siswa SD dalam aktivitas sehari-hari.

Langsung saja, berikut Rangkuman Materi Muatan IPA KTSP (Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 SD).

Klasifikasi Hewan

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Hewan atau binatang atau fauna atau margasatwa adalah kelompok makhluk hidup yang diklasifikasikan dalam kerajaan animalia. Semua hewan bersifat heterotrof, artinya tidak membuat energi sendiri, tetapi harus mengambil dari lingkungan sekitar dengan cara makan. Hewan memiliki daya gerak, cepat tanggap terhadap rangsangan eksternal, tumbuh mencapai besar tertentu, memerlukan makanan jenis tertentu, dan memiliki jaringan tubuh lunak.

Adapun secara umum hewan terbagi atas dua kelompok besar, yakni:

1. Hewan vertebrata
Vertebrata adalah jenis hewan yang memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Hewan vertebrata terbagi atas beberapa jenis, yakni:

a. Ikan (pisces)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Ikan merupakan hewan yang hidup di dalam air, bernafas dengan insang dengan alat gerak berupa sirip, dan berkembang biak dengan cara bertelur.

b. Amfibi (amphibia)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Amfibi adalah hewan yang hidup di dua alam (darat dan air), berdarah dingin (tidak dapat mengubah suhu badan sendiri), dan bernafas dengan paru-paru atau kulit. Contoh hewan ampibi seperti katak dan kadal air.

c. Reptil (reptilia)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Reptil adalah hewan melata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutup tubuhnya. Contoh hewan reptil adalah buaya, komodo, dan ular.

d. Burung (aves)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Burung merupakan hewan yang bisa terbang. Burung memiliki bulu yang menutupi tubuhnya dengan alat gerak berupa kaki dan sayap. Contoh burung yang dapat terbang, seperti burung elang, burung kolibri, dan burung pelikan. Meskipun begitu terdapat beberapa jenis burung yang tidak dapat terbang, seperti ayam, bebek, angsa, dan burung unta.

e. Hewan menyusui (mammalia)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Hewan mammalia merupakan hewan yang memiliki kelenjar susu (pada hewan betina), yang berfungsi untuk menghasilkan susu sebagai sumber makanan bagi anaknya. Hewan mammalia pada umumnya adalah hewan yang berdarah panas dan berkembang biak secara kawin (generatif). Hewan mammalia ada yang hidup di darat dan ada juga yang hidup di air. Contoh mammalia yang hidup di darat, seperti sapi, monyet, domba, rusa, dan gajah. Sedangkan mammalia yang hidup di air, misalnya paus, lumba-lumba, dan ikan duyung.

2. Hewan invertebrata
Invertebrata adalah jenis hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Struktur tubuh, sistem pernafasan, sistem pencernaan, dan sistem peredaran darah hewan invertebrata lebih sederhana jika dibandingkan dengan hewan vertebrata. Hewan yang termasuk pada golongan invertebrata, di antaranya:

a. Hewan bersel satu (protozoa)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Hewan bersel satu hidup di dalam air. Bentuk tubuh protozoa sangat kecil, yakni berkisar antara 10-50 mikro meter, tetapi terdapat juga memiliki besar tubuh hingga 1 mili meter. Sumber makanan protozoa adalah hewan dan tumbuhan. Berdasar alat geraknya, protozoa terbagi atas empat kelas, yaitu kelas rhizopoda (berkaki semu), kelas flagellata (berbulu cambuk), kelas cilliata (berambut getar), dan kelas sporozoa (berspora).

b. Hewan berpori (porifera)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/


Hewan berpori adalah hewan air yang hidup di laut dengan bentuk tubuh seperti tumbuhan atau tabung berpori yang melekat pada suatu dasar laut dan dapat berpindah tempat dengan bebas. Sumber makanan porifera adalah bakteri atau plankton.

c. Hewan bersel penyengat (cnidaria)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Hewan yang memiliki sel penyengat yang dinamai knidosit, digunakan untuk menangkap mangsa dan membelah diri. Cnidaria terbagi atas empat kelompok, yaitu anthozoa (anemon laut), scyphozoa (ubur-ubur), cubozoa (ubur-ubur kotak), dan hydrozoa.

d. Hewan berlubang-lubang kecil (ctenophora)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Hewan jenis ini memiliki lubang-lubang kecil hampir di seluruh bagian tubuhnya. Lubang tersebut dapat menimbulkan racun yang digunakan untuk melumpuhkan mangsa atau musuhnya. Meskipun bentuknya seperti ubur-ubur, namun ctenophora tidak memiliki sel penyengat.

e. Cacing pipih (platyhelminthes)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Cacing pipih merupakan hewan yang berbentuk cacing dengan tubuh pipih dan tidak bersegmen. Cacing pipih pada umumnya hidup di sungai, laut, danau, atau sebagai parasit di tubuh makhluk hidup lain. Terdapat tiga jenis cacing pipih, yakni turbellaria (cacing berambut getar), trematoda (cacing isap), dan cestoda (cacing pita).

f. Cacing gilik (nematoda)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Cacing ini berbentuk gilik. Kedua ujung tubuh nematoda berbentuk runcing sedangkah tengahnya berbentuk bulat. Contoh cacing gilik, antara lain cacing tambang, cacing askaris, dan cacing filaria.

g. Cacing gelang (annelida)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Cacing gelang, yakni cacing yang tubuhnya terdiri atas segmen-segmen seperti gelang dengan berbagai sistem organ dengan sistem peredaran darah tertutup. Contoh cacing jenis ini adalah cacing tanah, cacing pasir, cacing kipas, dan lintah.

h. Hewan bertubuh lunak (mollusca)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Hewan bertubuh lunak, ada yang dilindungi oleh cangkang, ada pula yang tidak dilindungi oleh cangkang. Cangkang mollusca terbentuk dari bahan kalsium (zat kapur). Mollusca terdiri atas bivalvia (kerang), gastropoda (siput), polyplacophora, dan cepalophoda (gurita dan cumi-cumi).

i. Hewan bertubuh segmen (artropoda)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Artropoda biasa juga dikenal dengan hewan yang berbuku-buku. Anggota tubuh hewan bersegmen berpasangan dan simetri bilateral. Antropoda terbagi atas beberapa jenis, yakni chelicerata (laba-laba, tungau, kalajengking), myriapoda (lipan), krustasea (kepiting, lobster, udang), dan hexapoda (serangga).


Simbiosis
Kehidupan semua makhluk hidup dapat berlangsung karena adanya dukungan dari lingkungan sekitarnya. Hubungan tersebut saling mempengaruhi satu sama lain. Hubungan khas antar makhluk hidup seperti ini disebut simbiosis. Hubungan tersebut tidak selamanya menguntungkan. Jika hubungan tersebut menimbulkan keuntungan bagi keduanya, dinamakan simbiosis mutualisme.  Jika hubungan tersebut hanya menguntungkan salah satunya dan tidak merugikan yang lain, disebut simbiosis komensalisme. Jika hubungan tersebut menuntungkan salah satunya dan merugikan yang lain, dinamakan simbiosis parasitisme. Lebih lanjut ketiga jenis simbiosis tersebut dijabarkan sebagai berikut:

1. Simbiosis mutualisme

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Simbiosis mutualisme adalah hubungan dua makhluk hidup berbeda jenis yang saling menguntungkan. Contohnya hubungan antara lebah dan bunga. Makanan lebah adalah nektar bunga. Oleh karena itu, lebah akan hinggap di bunga, jika sedang makan. Gerakan lebah ketika sedang mengisap madu bunga dapat merontokkan serbuk sari yang ada pada bunga. Serbuk sari tersebut dapat menempel pada tubuh lebah. Ketika lebah berpindah tempat, serbuk sari yang menempel di tubuhnya dapat jatuh pada putik bunga yang dihinggapi. Akibatnya, terjadilah proses penyerbukan. Hal yang sama juga terjadi pada hubungan kupu-kupu dan tumbuhan berbunga.

2. Simbiosis komensalisme

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Simbiosis komensalisme adalah hubungan antara dua makhluk hidup yang berbeda jenis yang satu mendapat keuntungan dan yang lain tidak dirugikan. Contoh simbiosis komensalisme adalah hubungan antara tanaman anggrek dan pohon. Tanaman anggrek menempel pada pohon, tetapi tidak menghisap makanan dari pohon yang ditempelinya karena anggrek dapat membuat makanan sendiri. Tanaman anggrek hanya membutuhkan tempat yang tinggi agar mendapat cahaya materi yang cukup. Jadi, tumbuhan yang ditempeli tidak dirugikan walaupun anggrek memperoleh keuntungan dari tumbuhan tersebut.

3. Simbiosis parasitisme

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Simbiosis parasitisme adalah hubungan dua makhluk hidup yang berbeda jenis, yang satu mendapat keuntungan dan yang lain dirugikan. Contoh simbiosis parasitisme adalah hubungan antara tali putri dan pohon inang. Tali putri hidup menempel pada pohon inang. Tali putri menghisap zat-zat makanan dari pohon inang sehingga tali putri merugikan pohon inang. Pada hubungan ini, tali putri dinamakan tumbuhan parasit.

Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan
Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan antar makhluk hidup dengan urutan tertentu. Misalnya, pada gambar berikut:

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Pada rantai makanan terdapat makhluk hidup yang berperan sebagai produsen, konsumen, dan dekomposer.

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Produsen, yakni tumbuhan yang dapat membuat makanannya sendiri.
Konsumen I, yakni hewan pemakan tumbuhan (herbivora).
Konsumen II, yakni hewan pemakan konsumen I (karnivora).
Konsumen III, yakni hewan pemakan konsumen II (karnivora).
Dekomposer, yakni organisme yang menguraikan bahan organik menjadi anorganik dari organisme yang sudah mati (bakteri dan jamur).
Pada ekologi dikenal tiga (3) macam rantai makanan pokok, yaitu:
1. Rantai pemangsa
Landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa hewan herbivora sebagai konsumen II, dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen III.
2. Rantai parasit
Dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit, antara lain cacing, bakteri, dan benalu.
3. Rantai saprofit
Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai. Misalnya, jamur dan bakteri. Rantai-rantai di atas tidak berdiri sendiri tetapi saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga membentuk jaring-jaring makanan.
Adapun jaring-jaring makanan merupakan sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan. Seperti pada gambar berikut:

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Lima (5) rantai makanan di atas dapat membentuk jaring-jaring makanan, antara lain:
1. Sawi > tikus > elang.
2. Sawi > belalang > katak > elang.
3. Sawi > belalang > burung pipit > elang.
4. Bunga sepatu/sawi > ulat > burung pipit > elang.
5. Sawi > ulat > burung pipit > elang.

Metamorfosis

Metamorfosis adalah perubahan yang terjadi pada suatu organisme baik secara struktural ataupun fungsional dalam proses menuju kedewasaannya. Perubahan dari segi fisik terjadi karena adanya perubahan dan diferensiasi sel, sedangkan perubahan fungsional terjadi karena perkembangan dari sel itu sendiri.

Terdapat dua jenis metamorfosis, yakni:

1. Metamorfosis sempurna
Metamorfosis sempurna merupakan metamorfosis yang membuat perubahan drastis sehingga bentuk awal organisme sangat berbeda dengan bentuknya setelah metamorfosis terjadi. Metamorfosis sempurna melewati empat (4) tahapan, yakni:

a. Fase telur

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Pada tahap telur, induk dari organisme tersebut akan meletakkan telur-telurnya di tempat yang aman dan nyaman bagi calon anaknya tersebut. Pada fase telur, embrio hasil fertilasi sel sperma dan sel ovum akan terus melakukan proses pembelajaran sel yang membentuk organ-organ utama bagi kehidupan. Waktu yang dibutuhkan suatu organisme untuk menetas dari telurnya tergantung pada jenis organisme tersebut. Struktur dan bentuk dari telur juga bervariasi tergantung pada jenisnya.

b. Fase larva

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Setelah menetas dari telurnya, organisme tersebut akan masuk ke fase larva. Pada fase larva, ia akan membutuhkan banyak makanan untuk perkembangan dan pertumbuhannya. Karena itu, sangat penting bagi induknya untuk meletakkan telur di daerah yang sesuai dengan kebutuhan makanannya saat menjadi larva. Pada fase larva dapat terjadi perubahan fisik, contohnya adalah pergantian kulit pada larva serangga. Pergantian ini akan membuat tubuhnya siap untuk menjadi pupa. Perubahan ini dikontrol oleh faktor hormonal tubuh.

c. Fase Pupa

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Pada fase pupa biasanya kebiasaan makan akan berkurang, namun metabolisme di dalam tubuh akan terus berlangsung. Pada proses pupa akan terjadi pertumbuhan, perkembangan, dan diferensiasi sel. Ketika cukup matang, maka organisme ini akan memasuki tahap dewasa.

d. Fase dewasa (imago)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Fase dewasa merupakan tahap akhir dalam suatu metamorfosis. Biasanya bentuk akhir dari makhluk dewasa pada metamorfosis sempurna terlihat sangat berbeda dibandingkan pada fase larva atau pupa. Fase dewasa merupakan fase reproduksi di mana organisme ini akan mencari pasangan dan melakukan perkawinan serta berkembang biak.

Sejumlah hewan yang mengalami metamorfosis sempurna, antara lain:

a. Kupu-kupu

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

b. Nyamuk

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

c. Katak

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

d. Lalat

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/


2. Metamorfosis tidak sempurna
Metamorfosis tidak sempurna merupakan jenis metamorfosis yang tidak melalui fase pupa. Hasil organisme dewasa yang terbentuk umumnya tidak jauh berbeda dengan tahap lainnya. Metamorfosis tidak sempurna melewati tiga (3) tahap, sebagai berikut:

a. Fase telur

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Sama halnya pada metamorfosis sempurna, induk suatu makhluk hidup akan meletakkan telurnya pada tempat yang dirasa aman dan nyaman. Embrio hasil fertilisasi sel sperma dan ovum ini dilindungi oleh sebuah cangkang yang kuat. Nutrisi pada masa telur didapatkan dari komponen di dalam telur tersebut. Pada fase telur terjadi proses pembelahan sel untuk membentuk bakal individu yang mampu menghadapi dunia luar.

b. Fase nimfa

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Fase nimfa merupakan fase di mana hewan tersebut sudah siap keluar dari telur. Organisme hasil dari fase nimfa sudah memiliki bentuk sempurna, namun dalam ukuran yang lebih kecil. Pada fase nimfa akan terjadi pematangan organ-organ dalam tubuh, terutama organ reproduksi. Pada tahap ini juga akan terjadi perubahan struktur luar tubuh karena penyesuaian dengan bertambah besarnya tubuh tersebut.

c. Fase dewasa (imago)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Sama halnya dengan metamorfosis sempurna, pada tahap ini semua organ sudah siap untuk mendukung kehidupannya secara keseluruhan. Hewan tersebut akan mencari pasangan, kemudian melakukan perkawinan. Lalu hasil fertilisasi dari sel jantan dan betina akan masuk ke tahap awal dari metamorfosis, yakni telur.

Sejumlah hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, di antaranya:

a. Kecoa

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

b. Jangkrik

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

c. Belalang

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

d. Capung

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/

Pengelompokkan Hewan Berdasarkan Jenis Makanan
Makanan hewan bersumber dari alam, yakni tumbuhan dan beberapa jenis hewan lain. Tumbuhan merupakan sumber makanan yang sangat penting bagi hewan. Tanpa ada tumbuhan, hewan tidak dapat hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung. Bagian tubuh tumbuhan yang menjadi makanan hewan, diantaranya: daun, buah, batang, bunga, umbi, dan akar. Setiap hewan pemakan tumbuhan hanya memakan satu bagian tumbuhan atau beberapa bagian dari tumbuhan. Selain itu, beberapa jenis hewan merupakan sumber makanan bagi hewan lainnya. Biasanya hewan yang menjadi sumber makanan hewan lainnya, ialah hewan pemakan tumbuhan, namun ada juga hewan pemakan daging yang dimakan oleh hewan lainnya.
Hewan ada yang memakan tumbuhan, daging, atau keduanya. Untuk itu, hewan dapat dikelompokkan berdasarkan jenis makannya. Jenis makanan hewan terdiri dari rumput, daun-daunan, biji-bijian, madu, buah-buahan, dan daging atau hewan lain. Biji-bijian dapat berupa jagung, beras, padi, dan macam-macam jenis kacang. Daging dapat berupa daging segar atau bangkai.
Berdasarkan jenis makanannya hewan dapat dikelompokkan sebagai berikut, antara lain:
1. Herbivora (hewan pemakan tumbuhan)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/
Hewan pemakan tumbuhan terdiri atas, hewan pemakan biji-bijian, rumput, daun-daun tumbuhan, madu, dan buah-buahan. Hewan pemakan biji-bijian contohnya burung dara, burung kenari, tupai, dan sebagainya. Hewan pemakan rumput dan daun-daun tumbuhan, diantaranya kambing, sapi, kuda, kerbau, kangguru, unta, koala, banteng, panda, dan sebagainya. Hewan pemakan madu, diantaranya kupu-kupu, beruang madu, lebah, kumbang madu, burung kolibri, dan sebagainya. Hewan pemakan buah-buahan, diantaranya kelelawar, monyet, orang utan, dan sebagainya.
2. Karnivora (hewan pemakan daging)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/
Hewan karnivora memiliki gigi yang tajam dan kuat untuk menangkap serta merobek mangsanya. Di samping itu, memiliki alat penglihatan, penciuman, dan pendengaran yang peka sehingga dapat memburu mangsa dengan cepat. Hewan pemakan daging terdiri atas, hewan pemakan daging segar, serangga, dan daging bangkai. Hewan pemakan daging segar, diantaranya, harimau, singa, macan, buaya, beruang, rubah, anjing, hiu, dan sebagainya. Hewan pemakan serangga, diantaranya laba-laba, tapir, katak, cicak, landak, dan sebagainya. Hewan pemakan bangkai, diantaranya, burung nasar, burung kondor, burung gagak, lalat, burung hantu, dan sebagainya.
3. Omnivora (hewan pemakan hewan dan tumbuhan)

geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI https://www.geveducation.com/
Hewan omnivora memakan tumbuhan maupun hewan. Contoh hewan omnivora, diantaranya, ikan mas dan ikan mujair (memakan daun dan cacing), musang (memakan buah kopi dan ayam), babi (memakan sayuran, buah-buahan, dan ayam), ayam (memakan biji-bijian dan cacing), dan sebagainya.
Selanjutnya Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI (Paket 2)
Demikian yang terbaru, terkait dengan geveducation:  Rangkuman Materi Muatan IPA Kurikulum 2013 SD/MI

BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya